Muhasabah diri dari dosa Ustadz Hanan Attaki Lc

Muhasabah diri dari dosa Ustadz Hanan Attaki Lc


Mari kita renungkan dosa-dosa kita dimasa lalu mari kita sama-sama tundukkan hati kita, kita buang ego dan kesombongan kita coba kita sama-sama ingat kembali hari-hari yang pernah kita lalui dalam hidup, hari-hari yang perah kita isi dengan perbuatan dosa besar dalam hidup kita karena sungguh tak ada satupun manusia yang tidak pernah berbuat dosa selama kita adalah para pendosa, semua kita adalah hina di hadapan allah, semua kita penuh dengan aib bahkan aib kita ada disekujur tubuh kita, Sesungguhnya aib kita ada dari ujung rambut sampai ke ujung kaki kita semuanya ada bekas-bekas dosa dimasa lalu yang kita kerjakan.

Tidak munkin ada orang tidak punya dosa diantara kita sehigga dia tidak perlu mengingat-ingat muhasabah dirinya tidak mungkin ada orang diantara kita yang suci secuci Rasulullah Saw. Bahkan banyak dari kita yang bahkan sampai hari ini mungkin baru saja melakukan dosa besar kepada Allah atau mungkin kita tidak melakukan dosa besar tetapi kita meninggalkan perintah Allah yang wajib  maka itu sama dengan dosa besar, maka teman-teman sekalian mari sejenak kita renungkan perjalanan hidup kita sudah berapa tahun kita pergi dari allah.

Coba kita renungkan sudah berapa tahun kita meninggalkan agama Allah Swt, sudah berapa tahun kita menjauh dari Allah, sudah berapa tahun kita mengabaikan perintah dan larangan Allah Swt, sudah berapa tahun kita mengabaikan panggilan-panggilan azan untuk menghadap Allah sudah berapa tahun kita hidup hanya dengan pilihan kita sendiri seolah-olah kita tau yang baik dan buruk dari pada Allah, sudah berapa tahun kita menjadikan Allah tidak lagi penting dalam hidup kita. coba renungkan perjalana hidup kita apa yang telah menjadikan hidup kita berantakan selama ini, hal apa yang telah menjadikan hati kita keras sehingga malas melaksanakan sholat, hal apa yang telah menjadikan rezeki kita sulit dan bahkan menumpuk hutang selama ini, hal apa yang telah merusak akhlak kita sehingga kita menjadi pemarah selama ini, hal apa yang menjadikan hubungan kita dan kedua orang tua kita menjadi renggan selama ini, tidak ada hal lain teman-teman selain dosa.

Dosa satu-satunya penyebab hati kita menjadi keras dosa satu-satunya yang menjadikan rezeki kita sulit kalaupun kita mendapatkan harta tetapi kita tidak mendapatkan bahagia ,kalaupun kita mendapatkan penghasilan yang besar tetapi kita tidak mendapatkan keberkahan tidak ada yang menjadikan hidup kita berantakan seperti dosa,  dosa yang telah menjadikan kita  hubungan dengan orang tua menjadi renggang, dosa yang telah menjauhkan kita dari orang sholeh, dosa yang telah membuat kita larut dalam kesia-siaan.

Tidakkah kita sadari kalau kita adalah pendosa apakah kita merasa tidak punya dosa sungguh orang yang sedikit dosanya pasti mudah bagi dia untuk menangis ketika sedang sholat apakah kita mudah menangis ketika sholat ? sungguh orang yang sedikit dosanya tidak akan pernah bosan membaca dan mendengar al-quran dibacakan bagaimana dengan kita ? berapa juz bacaan kita dalam sehari tidak mungkin hubungan kita dengan al-quran menjadi renggang kecuali penyebabnya  dosa cukuplah itu sebagai bukti teman-teman kalau kita adalah pendosa tidakkah kita merasa diri kita banyak dosa apakah hati kita bergetar ketika nama Allah disebutkan itu adalah bukti kalau kita banyak dosa, yang menyebabkan hati kita membatu dan keras tidakkah kita sadar bahwa kita belum mampu benar-benar berbakti dan membalas semua jasa-jasa kedua orang tua kita tidak mungkin hubungan kita dengan orang tua jadi buruk kecuali penyebabnya karena dosa tidakah kita sadar kalau diri kita ini penuh dosa lihatlah berapa sering kita marah dalam sehari karena sesungguhnya orang yang sedikit dosanya Allah akan kuatkan kesabarannya dan ditahan amarahnya.

Kita mudah bosan membaca al-quran kita malas mendirikan sholat kita jarang ke masjid kita tidak bisa menahan amarah kita hubungan kita dengan orang tua kita tidak baik nama Allah disebutkan hati kita tidak berasa apapun maka cukup semua itu menjadi bukti sampai saat ini kita masih menjadi pendosa maka marilah teman-teman sekalian kita akui saja dosa kita karena orang yang tidak mengakui dosa dan kesalahannya adalah orang sombong dihadapan Allah.

Akui saja kita adalah pendosa, kita adalah pendosa yang butuh ampunan Allah itulah alasan kenapa kita ada di tempat ini saat ini kita adalah pendosa yang butuh kasih sayang dan perhatian dari Allah kita adalah pendosa yang mencoba untuk berpulang kembali kepada Allah setelah sekian lama pergi dari Allah kita adalah pendosa yang takut jika suatu saat harus kembali kepada Allah dan kita masih memikul dosa-dosa kita di tubuh kita sehingga kita menutup pintu rahmat Allah, ya rahhim bukakanlah pintu rahmat dan kasih sayangmu untuk kami kita mengetuk pintu ampunan Allah ya ghaffar bukakanlah pintu ampunan untuk kami para pendosa kami tidak sanggup berpulang ketemu dengan engkau dengan memikul dosa-dosa jangan biarkan lidah kami menjadi kelu di akhir hayat kami sehingga kami tidak mampu mengucap laa ilaa ha illalah tertahan oleh dosa-dosa jangan biarkan kubur kami menjadi sempit meremukkan tulang belulang kami gelap gulita tidak ada penolong tersiksa karena dosa-dosa jangan biarkan kami berjalan tanpa alas kaki di padang mashar yang panas seorang diri tertatih beribu-ribu tahun lamanya dan tidak tau arah kemana karena kami harus memikul dosa-dosa.

Jangan biarkan ya Allah,Rasulullah Saw tidak menoleh kearah kami di padang mashar karena terhalang oleh dosa-dosa jangan biarkan ya Allah ketika Rasulullah Saw menyambut umatnya di padang mashar memberikan mereka minuman dari telaga qosa nan tersenyum ke wajah-wajah mereka bersalaman dengan mereka memeluk mereka dengan penuh perhatian dan kami terhalang dari semua kebaikan itu karena dosa-dosa kami tidak sanggup ya allah seandainya kami bertemu dengan nabi di padang mashar kami mencoba tersenyum kepada beliau sedangkan beliau memalingkan pandangannya dari kami karena beliau tidak mengenal kami karena wajah kami tertutup dengan dosa-dosa jangan biarkan ya Allah kami berjalan melintasi shirotmu yang panjang yang membentang diantara lembah-lembah neraka jahannam sedangkan kami akan tergelincir karena berat dengan dosa-dosa.

Jangan biarkan ya Allah asap, percikan bahkan api neraka menyakiti ruas-ruas kulit kami dan kami tidak akan tahan siksaannya ya Allah karena sungguh tidak ada balasan dari dosa kecuali azab darimu ya Allah jangan biarkan ya Allah di akhirat kelak teman-teman kami, saudara kami, pasangan kami, keluarga kami, orang-orang yang kami kenal bersuka cita di surgamu mendapatkan puncaknya nikmat surga memandang wajahmu sedangkan kami terhalang dari semua itu karena dosa-dosa kami jangan biarkan lidah kami menjadi kelu dan tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mu ketika engkau menghisab kami engkau bertanya tentang dosa kami satu per satu bagai mana kami dapat menjawab pertanyaanmu dihadapanmu ya Allah jika engkau bertanya satu demi satu dosa yang pernah kami kerjakan yang kami pikir engkau tidak tahu kami melakukannya diam-diam padahal tidak ada yang tersembunyi dari pandanganmu engkau maha mengetahui lagi maha menyaksikan.

Dimana kami akan menahan rasa malu dihadapanmu seandainya engkau bertanya tentang aib dan rahasia-rahasia dosa yang kami sembunyikan ya Allah kami tidak akan mampu ya Allah maka ampunkanlah dosa kami ya Allah dengan kasih sayang mu yang engkau berikan dengan rahmatmu yang berlimpah dengan janji-janji yang maha benar yang telah engkau tuliskan untuk kami ya Allah maka ampuni dosa-dosa kami ya Allah walaupun ibadah kami belum sempurna walaupun puasa kami belum sempurna walaupun sholat malam kami belum baik tidak selalu khusyuk tapi kami sedang belajar ya Allah maafkan kami ampunkan dosa-dosa kami jangan biarkan satupun tersisa yang akan menyandung kaki kami di padang mashar yang akan mengelicirkan langkah-langkah kami ketika melintas di shirotmu.

Ya Allah ampunkan dosa-dosa kami. Teman-teman sekalian dulu kita berbuat dosa siang dan malam kita tidak pernah merasa lelah kita berbuat dosa-dosa besar kita tidak pernah kehilangan akal kita berbuat dosa-dosa besar kita tidak pernah mengeluh penuh semangat melakukan dosa maka mari kita tebus dosa-dosa kita dimasa lalu dengan lebih semangat meminta ampun kepada Allah jangan mengeluh mari kita ber istigfar kepada Allah swt sebagaimana dulu tidak pernah mengeluh berbuat dosa maka sekarang jangan mengeluh untuk meminta ampun kepada Allah sungguh seandainya kita meminta ampun kepada Allah dengan jujur dengan penuh penyesalan di dalam hati kita, kita ingat setiap satu demi satu dosa yang kita kerjakan dalam setiap senandung istigfar kita, " katakan kepada hamba-hambaku wahai hamba-hambaku yang melampaui batas, wahai hamba-hambaku yang dosanya tidak terhitung, wahai hamba-hambaku yang dosanya yang dia lakukan siang dan malam bertahun-tahun lamanya "

Baca Juga : Doa Agar di Jauhkan dari Virus Corona Ust. Hanan Attaki, Lc

Related Posts