Langsung ke konten utama

Postingan Terbaru

Gerak dan Teknik Dasar Permainan Bola Tangan

Penyakit Menular dan Tidak Menular Serta Cara Pencegahannya

Penyakit Menular dan Tidak Menular Serta Cara Pencegahannya




Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi siapapun. Jika kesehatan tidak dijaga dengan baik, kamu akan mudah terserang berbagai penyakit. Penyakit terdiri atas dua jenis yakni penyakit menular dan tidak menular. Tahukah kamu penyakit menular dan penyakit tidak menular? Apa saja yang harus dilakukan untuk menghindarinya?


A. Penyakit Menular

1. Pengertian Penyakit Menular

Penyakit menular merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, dan jamur. Penyakit menular merupakan suatu penyakit yang dapat berpindah dari satu orang kepada orang lain. Penyakit menular dapat berpindah secara langsung maupun tidak langsung. Artinya, penyakit dapat menular kepada orang lain secara langsung maupun melalui perantara (tidak langsung)

Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus mewaspadai penularan penyakit ini. Semua orang berisiko tertular penyakit menular. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui cara memelihara diri agar terhindar dari penyakit menular.

Campak merupakan Salah satu penyakit yang menular. Penyakit campak ditandai dengan gejala demam, batuk, peradangan selaput mata, dan juga ruam pada kulit. Ruam adalah timbul kemerahan pada kulit dengan disertai sedikit rasa gatal. Biasanya gejala awal ruam tampak pada wajah, kemudian menyebar. Pada puncak gejala campak, penderita akan mengalami demam dengan suhu tubuh dapat mencapai 40 derajat celsius. Penularan campak dapat terjadi karena menghirup percikan ludah penderita.

2. Cara Penularan Penyakit Menular

Penyakit dapat menular dengan berbagai cara. Cara tersebut harus kita ketahui agar lebih waspada dan dapat memelihara diri supaya tidak tertular. Secara umum, penyakit tersebut menular dengan cara berikut.

a. Penularan Langsung

Penularan langsung merupakan cara penularan karena kontak langsung antara penderita dengan orang yang tertular. Umumnya terjadi melalui sentuhan, gigitan, bersin, batuk, ludah, dan sebagainya. Contohnya, virus dari seorang penderita TBC dapat masuk ke tubuh seseorang melalui batuk. Hal tersebut terjadi karena ketika batuk, air liur penderita TBC akan beterbangan dan terhirup oleh orang lain. Hal demikian terjadijuga pada orang yang sedang batuk. Oleh karena itu, ketika batuk sebaiknya ditutup dengan sapu tangan agar tidak menular terhadap orang lain.

b. Penularan Tidak Langsung

Penularan tidak langsung dapat terjadi melalui dua cara yaitu melalui alat dan hewan pembawa penyakit. Penularan melalui alat terjadi, misalnya, melalui mainan, sapu tangan, handuk, kain kotor, tempat tidur, alat makan, dan makanan. Sementara itu, penularan melalui hewan dapat terjadi melalui nyamuk, lalat, dan hewan lainnya. Contoh penularan tidak langsung terjadi ketika sembarangan menggunakan sapu tangan orang lain. Padahal, sapu tangan tersebut telah mengandung bibit penyakit karena dipakai oleh penderita batuk. Tanpa disadari, penyakit tersebut menular melalui sapu tangan.

3. Cara Memelihara Diri dari Penyakit Menular

Secara umum, memelihara diri dari penyakit menular dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

a. Menerapkan Budaya Hidup Sehat

Menerapkan budaya hidup sehat merupakan salah satu cara melindungi diri dari penyakit menular. Budaya hidup sehat meliputi makanan, kebersihan, dan pergaulan. Seseorang yang menerapkan budaya hidup sehat akan senantiasa menjaga asupan makanan. Makanan harus bersih dan bergizi agar kebutuhan energi tercukupi dengan baik. Selain itu, budaya hidup sehat juga ditandai dengan perilaku yang selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan. Kemudian dalam pergaulan juga, orang yang menerapkan budaya hidup sehat senantiasa bergaul dalam pergaulan positif.

b. Mempertinggi Derajat Kesehatan Tubuh

Mempertinggi derajat sehat salah satunya dapat diupayakan dengan melakukan olahraga secara teratur dan meningkat. Derajat kesehatan yang tinggi memaksimalkan sistem kekebalan tubuh. Artinya, seseorang yang memiliki derajat kesehatan yang tinggi mempunyai kekebalan tubuh yang baik. Kekebalan tubuh yang baik dapat mengurangi risiko tertular penyakit menular. Hal tersebut terjadi karena sistem kekebalan tubuh mampu mengalahkan bibit penyakit yang masuk kedalam tubuh. Lakukan olahraga dengan teratur agar terhindar dari penyakit menular.

c. Mendapatkan Vaksinasi/Imunisasi

Vaksinasi/imunisasi merupakan cara pencegahan penyakit menular. Salah satunya adalah campak. Umumnya, ketika setiap bayi dapatkan dari ibu. Namun seiring bertambahnya usia bayi, ia memerlukan tambahan imun tersebut. Untuk itu, bayi akan diberikan vaksin campak untuk menjaga diri dari penyakit campak.

4. Jenis Penyakit Menular

Dalam kehidupan sehari-hari, kita terkadang menjumpai orang-orang yang sedang sakit. Mungkin juga di antara orrang yang kita jumpai sedang menderita penyakit yang menular. Bahkan, mungkin kamu pun pernah mengalami sakit yang tergolong ke dalam jenis penyakit yang menular. Apa saja jenis penyakit menular itu ?

a. Influenza

Influenza merupakan penyakit menular yang sering dialami oleh setiap orang. Bahkan, mungkin kamu pernah mengalaminya, bukan? Kebanyakan masyarakat mengenal penyakit influenza dengan istilah flu. Flu disebabkan oleh Virus. Virus tersebut dapat berubah-ubah sehingga sistem kekebalan tubuh sulit mendeteksinya. Akibatnya, kita sering mengalami flu dan terkadang dalam waktu yang berdekatan.

Gejala flu di antaranya sakit tenggorokan, badan pegal-pegal, hilang nafsu makan, demam, batuk-batuk, dan sakit kepala. Jika seseorang mengalami beberapa gejala tersebut kemungkinan besar orang tersebut sedang terserang flu. Penyakit flu dapat menular kepada orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung.

Cara pencegahan agar tidak tertular penyakit flu bukan dengan cara menjauhi orang yang sedang terkena flu. Akan tetapi, dapat dengan cara meminta orang yang menderita flu untuk menggunakan masker agar virusnya tidak menyebar. Selain itu, flu dapat dicegah dengan olahraga teratur. hal tersebut akan membuat sistem kekebalan tubuh lebih baik sehingga mampu menangkal virus flu.

b. Muntaber

Muntaber merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Protozoa. Muntaber ditandai dengan gejala sakit perut, kembung, mual dan muntah-muntah, demam tinggi, kepala pusing, tidak nafsu makan, lemas, dan sering buang air besar. Penularan muntaber juga dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung.

Penularan secara langsung terjadi melalui cairan dari mulut penderita. Sementara itu, penularan tidak langsung terjadi melalui sisa kotoran yang menyebar di air. Oleh karena itu, selalu biasakan menjaga kebersihan air agar terhindar dari penyakit menular seperti muntaber.

Menjaga diri dari penyakit muntaber dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan makanan, menjaga kebersihan peralatan makan, dan kebersihan lingkungan. Selain itu, kita dapat membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun dan buang air besar pada tempatnya.

c. Tifus

Tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella. Penderita penyakit tifus biasanya ditandai dengan demam dengan suhu naik secara bertahap hingga membuat penderita menggigil. Demam biasanya terjadi di malam hari kemudian mereda. Pada malam berikutnya, penderita akan mengalami demam kembali. Gejala lain yang timbul adalah sakit kepala, sakit di bagian perut, denyut jantung menurun, dan hilang nafsu makan.

Penularan penyakit tifus di antaranya terjadi melalui makanan yang tercemar bakteri Salmonella. Selain itu, Penularan juga dapat terjadi melalui lalat. Lalat menempel pada makanan dengan membawa bakteri tersebut. Cara pencegahan agar tidak tertular penyakit tifus adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan, rumah, dan makanan, mencuci tangan secara teratur, hindari jajanan di pinggir jalan, dan berolahraga secara teratur.


B. Penyakit Tidak Menular

1. Pengertian Penyakit Tidak Menular

Penyakit tidak menular merupakan penyakit yang tidak dapat menular kepada orang lain. Penyebab penyakit tidak menular adalah budaya hidup tidak sehat. Selain itu, penyakit tidak menular juga dapat timbul karena pelemahan fungsi organ tubuh. Penyakit tidak menular juga dapat timbul karena faktor keturunan. Misalnya, seseorang yang orang tuanya mempunyai penyakit diabetes, keturunannya berisiko diabetes. Penyakit tidak menular umumnya berbahaya. Oleh karena itu kamu perlu memahami cara memelihara diri agar terhindar dari penyakit tidak menular.

Salah satu penyakit tidak menular adalah penyakit jantung. Penyakit jantung ini banyak dialami oleh masyarakat dan dapat mematikan. Gejala yang dialami oleh penderita penyakit jantung adalah sakit dada, kesulitan bernapas, merasa lemas, pusing, dan panik. Sakit dada orang yang mengalami penyakit jantug bisa menyebar ke leher hingga rahang, kelengan kiri, dan punggung.

2. Cara Memelihara Diri dari Penyakit Tidak Menular

Secara umum, memelihara diri dari penyakit tidak menular dapat dilakukan dengan cara berikut.

a. Menerapkan Budaya Hidup Sehat

Salah satu kunci memelihara diri dari penyakit tidak menular adalah menerapkan budaya hidup sehat. Sebagaimana telah kamu ketahui, budaya hidup sehat meliputi makanan, kebersihan, dan kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kamu menerapkan budaya hidup sehat, tubuh akan mendapatkan asupan gizi yag seimbang. Selanjutnya, gizi tersebut yang menjadi sumber energi dalam mencukupi kebutuhan energi dalam tubuh.

Hal lain yang menjadi ciri budaya hidup sehat adalah teratur menjaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun lingkungan. Sebagai contoh, kamu teratur membersihkan diri, teratur makan, teratur beristirahat dan teratur berolahraga.

b. Mempertinggi Derajat Kesehatan Tubuh

Pada bahasan sebelumnya, kamu telah mempelajari cara mempertinggi derajat kesehatan tubuh sebagai upaya menjaga diri dari penyakit menular. Pada bahasan ini pun cara yang digunakan untuk mempertinggi derajat kesehatan adalah berolahraga secara teratur. Pada dasarnya, sistem kekebalan tubuh yang baik mampu melindungi kita dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, lakukanlah olahraga secara teratur untuk mempertinggi derajat kesehatan tubuhmu.

3. Jenis Penyakit Tidak Menular

Kamu sudah memahami tentang berbagai penyakit menular, bukan ? Sekarang, mari kita pelajari beberapa contoh penyakit tidak menular beserta cara memelihara diri dari penyakit tersebut.

a. Kanker

Kanker merupakan penyakit yang ditimbulkan akibat kelainan sel sehingga menjadi sel tumor. Kanker merupakan penyakit penyebab kematian nomor satu di dunia. Penderita kanker dapat dilihat dari beberapa tanda-tanda ganguan kesehatan yang dialami seperti demam, mual, muntah, ganguan pencernaan, perubahan pola buang air besar, penurunan berat badan drastis, penurunan daya tahan tubuh, dan sering mengalami ganguan kesehatan kecil seperti pusing.

Penyebab penyakit kanker di antaranya budaya hidup tidak sehat seperti merokok, kelebihan berat badan (obesitas), kurang melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi akohol, dan kurangnya asupan buah-buahan dan sayuran. Selain itu, kanker juga dapat disebabkan oleh radiasi, bahan kimia, sinar matahari, stres, ataupun bakteri dan virus.

b. Hipertensi

Hipertensi dikenal juga dengan istilah tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi merupakan keadaan kronis karena tekanan darah pada pembuluh darah bersih meningkat. Penderita hipertensi dapat dikenali dengan gejala pusing, pandangan kabur, sakit kepala, mengantuk, dan sulit bernapas.

Penyebab hipertensi di antaranya melemahkan fungsi organ tubuh karena bertambahnya usia dan budaya hidup tidak sehat seperti merokok, kelebihan berat badan (obesitas), kurang melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi garam terlalu banyak, keturunan, dan terlalu banyak minum kopi.

c. Jantung Koroner 

Jantung merupakan organ tubuh yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Jika fungsi jantung ini tergangu, suplai darah ke seluruh tubuh juga terganggu. Salah satu penyakit yang mengganggu kinerja jantung dalam menyuplai darah keseluruh tubuh adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang timbul akibat aliran darah ke jantung terhambat oleh lemak.

Penimbunan lemak dalam tubuh, terutama pada bagian arteri jantung dikenal dengan istilah aterosklerosis. Selain menghambat aliran darah ke jantung, aterosklerosis juga dapat menyebabkan penggumpalan darah dalam arteri. Hal tersebut membuat aliran darah berhenti total. Jika hal tersebut terjadi, penderita akan mengalami serangan jantung.

Penyebab penyakit jantung koroner di antaranya melemahnya fungsi organ tubuh karena bertambahnya usia dan budaya hidup tidak sehat seperti merokok, kelebihan berat badan, dan mengonsumsi makanan yang berkolesterol tinggi.



(Khairul Hadziq, M.Pd)

khairulhadziq@gmail.com






Postingan populer dari blog ini

Kombinasi Gerak Dominan dalam Senam

Kombinasi Gerak Dominan dalam Senam
Gerak senam terbentuk dari berbagai kombinasi pola gerak dominan atau gerak dasar yang membentuknya. Agar kamu mampu mempraktikkan senam dengan baik, terlebih dahulu harus memahami dan menguasai gerak dasarnya. Tahukah kamu kombinasi gerak dominan dalam aktivitas senam ?
Pada pelajaran ini, kamu akan mempelajari berbagai kombinasi gerak dominan dalam senam. Pelajari materi ini dengan disiplin dan berbagi peralatan dengan teman agar pembelajaran berjalan dengan lancar.
Senam diperagakan dengan menampilkan suatu pola gerak yang dikenal dengan istilah pola gerak dominan. Tahukah kamu gerakan-gerakan yang dominan diperagakan dalam senam ?
A. Gerak Dominan dalam Senam
Sebelum mempelajari kombinasi pola gerak senam, terlebih dahulu kamu harus memahami gerak dasar dalam senam. Cermatilah uraian berikut dengan sungguh-sungguh.
1. Pengertian Gerak Dominan Senam

Pola gerak dominan adalah pola gerak yang mendasari terbentuknya keterampilan sehingga perannya dian…

Kombinasi Gerak Dasar Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar

Kombinasi Gerak Dasar Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar
Jalan, lari, lompat, dan lempar merupakan gerak dasar yang biasa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Namun, terkadang masih ada yang belum dapat mempraktikkannya dengan baik begitu juga ketika gerakan-gerakan digabungkan menjadi satu rangkaian gerak. Hal itu memerlukan pemahaman dan latihan gerak agar gerakan dapat dipraktikkan dengan kombinasi gerak yang baik.
A. Kombinasi Gerak Dasar Jalan, Lari, dan Lompat
Rangkaian gerak melompat dapat dipraktikkan dengan kombinasi gerak jalan, lari, dan lompat. Untuk mengetahui kombinasinya, pelajari tahapan dan kombinasi gerak jalan, lari, dan lompat berikut ini.
1. Tahapan Kombinasi Gerak Jalan, Lari, dan Lompat
Kombinasi gerak jalan, lari, dan lompat dapat dipraktikkan melalui tahapan gerak berikut ini.
a. Awalan
Awalan lompat dilakukan dengan cara berjalan atau berlari. Berlari dilakukan untuk menambah daya dorong saat melakukan tolakan. Awalan geraknya dapat dilakukan dengan cara berikut.

Dasar-Dasar Penyelamatan Diri di Air

Dasar-Dasar Penyelamatan Diri di Air


Kecelakaan di air dapat terjadi di kolam renang, sungai, danau, laut, dan lainnya. Kecelakaan di air yang paling umum dikarenakan manusia tidak bisa berenang. Keterampilan berenang tidak diperoleh begitu saja melainkan harus dengan berlatih dari teknik-teknik dasarnya. Berikut beberapa poin yang harus kalian pahami tentang penyelamatan diri di air.
1. Penyebab Kecelakaan di Air
Bahaya-bahaya yang sering terjadi di kolam renang antara lain disebabkan beberapa hal berikut. a. Tidak melakukan pemanasan (warming up) b. Tidak menguasai teknik berenang yang baik. c. Terlalu lelah atau terlalu lama berenang. d. Belum sarapan (makan) sebelum latihan renang. e. Terlalu dekat waktu makan dengan waktu berenang (sebaiknya 2 jam sebelum berenang)
2. Macam-Macam kecelakaan di Air
Berbagai macam kecelakaan atau cedera yang sering menimpa seorang siswa atau atlet yang sedang berenang di kolam renang, antara lain sebagai berikut. a. Tenggelam, yaitu termasuk penyebab…

Kombinasi Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif dalam Permainan Bola Besar

Kombinasi Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif dalam Permainan Bola Besar
Secara umum, gerak dasar dalam permainan bola besar dapat dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif. Ketiga gerak dasar tersebut dapat dipraktikkan secara bersama atau dalam rangkaian gerak. Misalnya, ketika melakukan gerak menggiring bola berkelok, kamu melakukan tiga gerak sekaligus, yakni gerak berpindah tempat ( lokomotor ), meliukkan badan ( nonlokomotor) dan mendorong bola dengan kaki ( manipulatif ).
1. Kombinasi Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif Melalui Permainan Sepak Bola.

Keterampilan gerak dalam permainan sepak bola tidak terlepas dari kombinasi gerak lokomotor,nonlokomotor dan manipulatif. Gerak berlari saat menggiring bola, mengayun lengan atau tungkai pada saat akan menendang dilanjutkan dengan gerak menendang bola merupakan kombinasi gerak dasar dalam permainan ini. Kombinasi gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulat…

Aktivitas Daya Tahan Jantung Paru

Aktivitas Daya Tahan Jantung Paru
Kebugaran jasmani dipengaruhi oleh aktivitas jasmani seseorang. Bagaimana keadaan kebugaran jasmanimu dalam keadaan prima, bukan ?
Pada pelajaran ini, kamu akan mempelajari aktivitas daya tahan jantung paru untuk meningkatkan kebugaran jasmanimu. Dengan mempelajari hal tersebut, kamu diharapkan mampu memahami prosedur aktivitas daya tahan dengan baik. Selain itu, kamu juga diharapkan mampu mempraktikkan berbagai aktivitas untuk melatih daya tahan jantung paru, baik melalui permainan maupun perlombaan.
Pernahkan kamu melakukan aktivitas daya tahan jantung-paru? Aktivitas daya tahan jantung-paru merupakan aktivitas yang dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Misalnya, jika berlari dilakukan secara berulang dalam waktu yang lama termasuk ke dalam latihan daya tahan jantung paru. Begitu juga dengan kegiatan lainnya, misalnya berenang yang dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Agar kamu lebih memahami aktivitas daya tahan j…