Langsung ke konten utama

Postingan Terbaru

Gerak dan Teknik Dasar Permainan Bola Tangan

Teknik Dasar Lari Estafet

Teknik Dasar Lari Estafet

Dalam istilah olahraga, lari diartikan sebagai gerakan tubuh, yang pada suatu saat semua kaki tidak menginjak tanah. Lari ada banyak macamnya. Salah satunya adalah lari estafet.

1. Mengenal lari Sambung atau Lari Estafet

Lari sambung atau lari estafet merupakan nomor lari dalam cabang atletik. Lari estafet adalah lari beregu. Pelari secara bersambung bergantian membawa tongkat estafet dari garis start menuju garis finis. Jarak yang dilombakan lari ini adalah 4 x 100 m dan 4 x 400 m. Keberhasilan suatu regu estafet sangat ditentukan oleh kelancaran pergantian tongkat.

2. Sarana dan Peralatan

a. Start block

Alat ini digunakan pada pelari pertama karena menggunakan start jongkok, sedangkan pelari ke 2, ke 3 dan ke 4 menggunakan start melayang.

b. Tongkat lari sambung

Tongkat lari sambung terbuat dari kayu, plastik, ataupun bahan lain yang keras. Kemudian tongkat di cat dengan dua warna yang berbeda. Tongkat terbuat dari pipa dengan panjang 28-30 cm, keliling 12-13 cm, dan berat tidak boleh dari 50 gr.

c. Stopwatch

Untuk mengukur kecepatan lari sambung juga menggunakan stopwatch.

d. Lintasan dan jalur lari

Secara rinci, lintasan lari sebagai berikut.
1). Garis selebar 5 cm harus ditarik melintang sebagai batas tahapan berlari.
2). Dalam lari sambung 4 x 100 m, anggota regu kecuali pelari pertama, mulai berlari tidak boleh dari 10 meter sebelum pergantian daerah tongkat.
3). Sesudah tongkat diberikan, pelari tetap pada lintasan.
4). Dalam lari sambung, pengganti, atau cadangan hanya 2 pelari.

e. Tempat peergantian tongkat

Tempat pergantian tongkat dalam lari estafet disebut wessel zone. Panjang tempat pergantian tongkat dilakukan dalam jarak 20 m.

3. Teknik Dasar

Teknik-teknik dasar dalam lari estafet sebagai berikut.

a. Teknik memegang tongkat

Pegangan tongkat estafet bebas boleh dengan tangan kanan atau kiri menurut kebutuhan.

1). Teknik memegang tongkat ketika akan start

a). Memegang tongkat dengan pangkal ibu jari, jari kelingking, dan jari manis sehingga ketika start, ibu jari dan telunjuk menjadi tumpuan berat badan.

b). Memegang tongkat dengan pangkal ibu jari dan jari tengah hingga ketika start ibu jari dan telunjuk menjadi tumpuan berat badan di atas garis start.

2). Teknik memegang tongkat ketika akan memberikan tongkat.

Tongkat dipegang agak ke ujung belakang. Untuk pelari pertama, teknik ini harus dimulai ketika start.

b. Teknik menerima tongkat

1). Cara visual

Cara visual adalah teknik menerima tongkat dengan melihat tongkat dengan melihat kebelakang sebelum tongkat berpindah tangan dilakukan. Cara melakukannya, sebagai berikut.

tongkat estafet

a). Tangan menerima diluruskan ke belakang dengan telapak tangan menghadap ke atas, keempat jari rapat dan ibu jari terbuka.
b). Tangan yang menerima tongkat diayunkan ke belakang dngan sikap telapak tangan menghadap ke belakang dengan sikap telapak tangan menghadap ke belakang dan sikap keempat jari terbuka ke arah dalam.
d). Tangan yang menerima tongkat dijulurkan ke belakang serong bawah dengan telapak tangan menghadap belakang serong atas dan keempat jari rapat menuju luar. Sementera itu, ibu jari terbuka menuju dalam.

2). Cara nonvisual.

Cara nonvisual adalah teknik menerima tongkat dengan cara tidak menoleh ke belakang ketika tongkat berpindah tangan. Cara melakukan sebagai berikut.

lompat jangkit

a). Tangan menerima tongkat diayun ke belakang atau telapak tangan menghadap ke atas, keempat jari rapat, dan ibu jari terbuka.
b). Tangan yang menerima tongkat diayun ke belakang dengan telapak tangan menghadap ke bawah, keempat jari rapat dan ibu jari terbuka.
c). Tangan yang menerima tongkat dijulurkan ke belakang pinggul, dengan telapak tangan menghadap ke dalam dan jari-jari agak ditekuk, sedangkan ibu jari dibuka.

c. Teknik pergantian tongkat

Teknik pergantian ada tiga, yaitu sebagai berikut.

1). Teknik pergantian dalam

a). Pelari yang datang di sepanjang sisi dalam mendekati penerima tongkat.
b). Tongkat diserahkan dengan tangan kanan.
c). Tongkat diterima dengan tangan kiri
d). Pelari kedua dan ke tiga harus memindahkan tongkat dari tangan kiri ke kanan.

2. Teknik pergantian luar

a). Pelari datang di sepanjang sisi luar mendekati penerima tongkat.
b). Tongkat diserahkan dengan tangan kiri.
c). Tongkat diterima dengan tangan kanan.
d). Pelari kedua dan ketiga memindahkan tongkat dari tangan kanan ke kiri.

3. Teknik pergantian campuran

Teknik pergantian campuran merupakan gabungan antara teknik pergantian dalam dan teknik pergantian luar.

d. Teknik penempatan pelari estafet

Cara melakukannya, yaitu sebagai berikut.

1). Pelari pertama harus memiliki kemampuan start yang baik dan berlari pada tikungan secara baik.
2). Pelari kedua memiliki kemampuan berlari yang baik di lintasan lurus.
3). Pelari ketiga memiliki kemampuan berlari yang baik di tikungan.
4). Pelari keempat memiliki kemampuan berlari yang baik di lintasan lurus dan pandai memasuki finis.

e. Start lari estafet

Lari estafet diawali dengan start. Start adalah posisi awal badan di dalam melakukan persiapan untuk melakukan persiapan untuk melakukan gerakan berlari. Start yang digunakan dalam lari estafet adalah start jongkok dan start melayang.

Start jongkok terbagi menjadi 3 macam start, yaitu start pendek (bunch start), start menengah (medium start), dan start panjang (long start).

Cara melakukan start jongkok sebagai berikut.

lari estafet

1). Lutut kaki belakang diletakkan pada ujung kaki yang di depan dengan jarak satu kepal tangan.
2). Kedua lengan lurus sejajar dengan bahu. Telapak tangan (jari-jari) letakkan di belakang garis start.
3). Pandangan lurus ke depan lintasan.
4). Berat badan berada di kedua tangan. Pada saat aba-aba "ya" memindahkan gerak kedepan. Aba-aba start "bersedia, siap, ya" atau bunyi pistol/peluit. Pelari secara refleks melesat bertolak ke depan.

Langkah-langkah dalam melakukan start dalam lari estafet, sebagai berikut.
1). Pelari pertama menggunakan start jongkok.
2). Pelari ke 2, 3, dan 4 menggunakan start melayang.
3). Start dilakukan pada garis start 4 x 100 m dan 4 x 400 m.

4. Peraturan dasar.

Berikut peraturan perlombaan atletik untuk nomor lari estafet.

a. Tongkat estafet memiliki rongga dengan panjang 28-30 cm, berat 50 gram, dan bergaris tengah 30 mm.
b. Panjang lintasan pergantian tongkat estafet adalah 20 meter dengan lebar 1,20 meter. Pada lomba lari estafet 4 x 100 meter, panjang lintasan ditambah 10 meter. Lintasan ini disebut prazona, yaitu suatu lintasan dimana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi tidak terjadi pergantian tongkat.
c. Setiap pelari harus tetap tinggal di jalur lintasan masing-masing walaupun tongkat sudah diberikan kepada pelari berikutnya.
d. Tongkat yang terjatuh diambil oleh pelari yang menjatuhkannya.

5. Variasi dan Kombinasi Gerakan

Rangkaian gerakan lari sambung sebagai berikut.
a. Pelari ke 1 mengambil posisi start jongkok.
b. Pelari ke 2, 3, dan 4 menunggu di lintasan berikutnya.
c. Setelah aba-aba "bersedia-siap-ya" pelari ke 1 mulai berlari.
d. Pelari ke 2 berlari-lari kecil sambil menunggu pelari pertama.
e. Tongkat diserahkan ke pelari ke 2.
f. pelari ke 3 berlari-lari kecil menunggu pelari ke 2.
g. Demikian seterusnya hingga pelari ke 4 sampai finis.


Baca Juga : Teknik Dasar Jalan Cepat (race walking)

Postingan populer dari blog ini

Kombinasi Gerak Dominan dalam Senam

Kombinasi Gerak Dominan dalam Senam
Gerak senam terbentuk dari berbagai kombinasi pola gerak dominan atau gerak dasar yang membentuknya. Agar kamu mampu mempraktikkan senam dengan baik, terlebih dahulu harus memahami dan menguasai gerak dasarnya. Tahukah kamu kombinasi gerak dominan dalam aktivitas senam ?
Pada pelajaran ini, kamu akan mempelajari berbagai kombinasi gerak dominan dalam senam. Pelajari materi ini dengan disiplin dan berbagi peralatan dengan teman agar pembelajaran berjalan dengan lancar.
Senam diperagakan dengan menampilkan suatu pola gerak yang dikenal dengan istilah pola gerak dominan. Tahukah kamu gerakan-gerakan yang dominan diperagakan dalam senam ?
A. Gerak Dominan dalam Senam
Sebelum mempelajari kombinasi pola gerak senam, terlebih dahulu kamu harus memahami gerak dasar dalam senam. Cermatilah uraian berikut dengan sungguh-sungguh.
1. Pengertian Gerak Dominan Senam

Pola gerak dominan adalah pola gerak yang mendasari terbentuknya keterampilan sehingga perannya dian…

Kombinasi Gerak Dasar Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar

Kombinasi Gerak Dasar Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar
Jalan, lari, lompat, dan lempar merupakan gerak dasar yang biasa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Namun, terkadang masih ada yang belum dapat mempraktikkannya dengan baik begitu juga ketika gerakan-gerakan digabungkan menjadi satu rangkaian gerak. Hal itu memerlukan pemahaman dan latihan gerak agar gerakan dapat dipraktikkan dengan kombinasi gerak yang baik.
A. Kombinasi Gerak Dasar Jalan, Lari, dan Lompat
Rangkaian gerak melompat dapat dipraktikkan dengan kombinasi gerak jalan, lari, dan lompat. Untuk mengetahui kombinasinya, pelajari tahapan dan kombinasi gerak jalan, lari, dan lompat berikut ini.
1. Tahapan Kombinasi Gerak Jalan, Lari, dan Lompat
Kombinasi gerak jalan, lari, dan lompat dapat dipraktikkan melalui tahapan gerak berikut ini.
a. Awalan
Awalan lompat dilakukan dengan cara berjalan atau berlari. Berlari dilakukan untuk menambah daya dorong saat melakukan tolakan. Awalan geraknya dapat dilakukan dengan cara berikut.

Dasar-Dasar Penyelamatan Diri di Air

Dasar-Dasar Penyelamatan Diri di Air


Kecelakaan di air dapat terjadi di kolam renang, sungai, danau, laut, dan lainnya. Kecelakaan di air yang paling umum dikarenakan manusia tidak bisa berenang. Keterampilan berenang tidak diperoleh begitu saja melainkan harus dengan berlatih dari teknik-teknik dasarnya. Berikut beberapa poin yang harus kalian pahami tentang penyelamatan diri di air.
1. Penyebab Kecelakaan di Air
Bahaya-bahaya yang sering terjadi di kolam renang antara lain disebabkan beberapa hal berikut. a. Tidak melakukan pemanasan (warming up) b. Tidak menguasai teknik berenang yang baik. c. Terlalu lelah atau terlalu lama berenang. d. Belum sarapan (makan) sebelum latihan renang. e. Terlalu dekat waktu makan dengan waktu berenang (sebaiknya 2 jam sebelum berenang)
2. Macam-Macam kecelakaan di Air
Berbagai macam kecelakaan atau cedera yang sering menimpa seorang siswa atau atlet yang sedang berenang di kolam renang, antara lain sebagai berikut. a. Tenggelam, yaitu termasuk penyebab…

Kombinasi Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif dalam Permainan Bola Besar

Kombinasi Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif dalam Permainan Bola Besar
Secara umum, gerak dasar dalam permainan bola besar dapat dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif. Ketiga gerak dasar tersebut dapat dipraktikkan secara bersama atau dalam rangkaian gerak. Misalnya, ketika melakukan gerak menggiring bola berkelok, kamu melakukan tiga gerak sekaligus, yakni gerak berpindah tempat ( lokomotor ), meliukkan badan ( nonlokomotor) dan mendorong bola dengan kaki ( manipulatif ).
1. Kombinasi Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif Melalui Permainan Sepak Bola.

Keterampilan gerak dalam permainan sepak bola tidak terlepas dari kombinasi gerak lokomotor,nonlokomotor dan manipulatif. Gerak berlari saat menggiring bola, mengayun lengan atau tungkai pada saat akan menendang dilanjutkan dengan gerak menendang bola merupakan kombinasi gerak dasar dalam permainan ini. Kombinasi gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulat…

Aktivitas Daya Tahan Jantung Paru

Aktivitas Daya Tahan Jantung Paru
Kebugaran jasmani dipengaruhi oleh aktivitas jasmani seseorang. Bagaimana keadaan kebugaran jasmanimu dalam keadaan prima, bukan ?
Pada pelajaran ini, kamu akan mempelajari aktivitas daya tahan jantung paru untuk meningkatkan kebugaran jasmanimu. Dengan mempelajari hal tersebut, kamu diharapkan mampu memahami prosedur aktivitas daya tahan dengan baik. Selain itu, kamu juga diharapkan mampu mempraktikkan berbagai aktivitas untuk melatih daya tahan jantung paru, baik melalui permainan maupun perlombaan.
Pernahkan kamu melakukan aktivitas daya tahan jantung-paru? Aktivitas daya tahan jantung-paru merupakan aktivitas yang dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Misalnya, jika berlari dilakukan secara berulang dalam waktu yang lama termasuk ke dalam latihan daya tahan jantung paru. Begitu juga dengan kegiatan lainnya, misalnya berenang yang dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Agar kamu lebih memahami aktivitas daya tahan j…