Langsung ke konten utama

Postingan Terbaru

Gerak dan Teknik Dasar Permainan Bola Tangan

19 Peraturan Permainan Sepak Takraw

19 Peraturan Permainan Sepak Takraw

1. Lapangan
  • Lapangan sepak takraw seukuran dengan lapangan Badminton : 13,40 m x 6,10 m.
  • Takraw dapat dimainkan didalam gedung dan juga dapat dimainkan di luar gedung (Apabila dimainkan di dalam gedung maka tinggi loteng minimal 8 meter dari lantai).
  • Keempat sisi lapangan ditandai dengan cat atau lakban yang lebarnya 4 cm, diukur dari sebelah luar.
  • Area bebas  adalah minimal 3 meter dari garis luar lapangan harus bebas rintangan.
  • Centre line  adalah garis tengah dengan lebar 2 cm.
  • Quarter circle adalah garis seperempat lingkaran dipojok garis tengah dengan radius 90 cm diukur dari garis sebelah dalam.
  • The service circle adalah lingkaran servis dengan radius 30 cm berada di tengah lapangan, jarak dari belakang 2,45 m dan jarak dari titik tengah garis lingkaran ke garis tengah 4,25 m, jarak titik tengah lingkaran adalah 3,05 meter dari kiri dan kanan garis pinggir lapangan.

2. Tinggi Tiang (sama dengan net)
  • Putra : tinggi net 1,55 meter dipinggir dan minimal 1,52 meter ditengah.
  • Putri : Tinggi net 1,45 meter dipinggir dan minimal 1,42 meter ditengah.
  • Kedudukan tiang 30 cm diluar garis pinggir.
3. Net
  • Net terbuat dari tali/benang kuat/nilon, dimana tiap lubangnya lebar 6-8 cm.
  • Lebar net 70 cm dan panjang 6,10 meter.
4. Bola Takraw
  • Terbuat dari plastik (sytetic fibre) diana awalnya adalah terbuat dari rotan.
  • Lingkaran 42-44 cm (putra) dan 43-45 cm (putri)
  • Berat adalah 170-180 gr (Putra) dan 150-160 gr (putri)
5. Pemain
  • Pemain ini dimainkan oleh dua regu masing-masing regu terdiri dari 3 orang pemain, dan setiap regu dilengkapi 1 (satu) pemain cadangan.
  • Satu dari tiga pemain diposisi belakang disebut back atau tekong (yang melakukan sepak mula)
  • Dua pemain berada di depan : yang sebelah kiri disebut apit kiri dan sebelah kanan disebut apit kanan.
6. Pakaian Pemain
  • Semua pemain putra diharuskan memakai pakaian kaos seragam yang berlengan T-Shirt dan bersepatu karet, dan untuk putri diharuskan memakai kaos bundar leher serta celana sebatas lutut. Tidak diperkenankan pemain memakai pakaian yang membahayakan lawan selama pertandingan.
  • Pakaian yang pantas untuk seorang pemain adalah yang menutupi badan seperti baju kaos.
  • Kapten regu harus memakai band tangan disebelah kiri.
  • Semua pemain diharuskan memakai pakaian dengan nomor punggung yang tetap selama Tournament.
7. Subtitution (Penggantian Pemain)
  • Setiap regu hanya diperbolehkan sekali penggantian pemain dalam satu pertandingan. (tidak diperkenankan pergantian pemain yang sama dalam 1 tim pada regu lain)
  • Penggantian pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati, melalui tim manager/pelatih yang disetujui oleh official Referee.
  • Setiap regu dapat menominasi maxsimum 2 orang cadangan tetapi hanya boleh melakukan penggantian 1 kali dalam pertandingan yang berlangsung tersebut.
  • Pemain yang mendapat kartu merah dan dikeluarkan oleh wasit dapat diganti dengan ketentuan belum ada penggantian pemain sebelumnya.
  • Suatu regu apabila yang bermain kurang dari 3 orang pemain, maka tidak boleh melanjutkan permainan dan regu tersebut dinyatakan kalah.
8. Official (Petugas Pertandingan)

Suatu pertandingan resmi harus dipimpin Technical Official sebagai berikut :
  • 2 Technical Delegate
  • 6 Juri (dewan hakim)
  • 1 Official Referee
  • 2 Wasit (wasit utama dan wasit dua)
  • 6 Penjaga garis (4 disisi lapangan dan 2 garis belakang)
9. Undian dan Pemanasan Pemain
  • Sebelum permainan dimulai, wasit akan melakukan undian dalam hal ini yang menang undian berhak memiliki sepak mula atau tempat.
  • Regu yang menang undian akan pertama melakukan pemanasan selama 2 menit, dan hanya 5 orang saja yang diperkenankan berada dilapangan saat pemanasan serta hanya 2 bola yang dipakai dari panitia.
10. Posisi Pemain Pada Waktu Servis
  • Sebelum permainan dimulai, kedua regu harus berada di lapangan masing-masing dalam posisi siap bermain.
  • Dalam melakukan sepak mula, salah satu kaki dari tekong berada dalam lingkaran servis, dan satu lagi diluar lingkaran yang melakukan sepak mula.
  • Kedua pemain apit ketika melakukan servis, harus berada dalam seperempat lingkaran.
  • Lawan atau regu penerima servis bebas bergerak di dalam lapangan sendiri.
11. Permulaan Permainan dan Sepakmula
  • Regu yang memilih sepakmula pada waktu undian akan memulai permainan pada set 1. Pemenang set 1 akan memulai permainan pada set 2.
  • Pelambung harus segera melambungkan bola begitu wasit menyebut posisi angka, jika pemain mendahuluinya maka lambungan bola harus diulang, dan pemain tersebut mendapat peringatan dari wasit.
  • Bola harus disepak pada saat si pelambung melambungkan bola kepada tekong, begitu bola berhasil disepak dengan baik semua pemain baru boleh bebas bergerak di lapangan sendiri.
  • Sepakmula dinyatakan sah jika bola telah melewati net, baik menyentuh ataupun tidak jauh dilapangan lawan.
12. Kesalahan

a. Kesalahan pihak penyepak
  • Apit sebagai pelambung masih memainkan bola, melemparkan bola kepada teman sendiri, memantulkan, melempar dan menangkap lagi setelah wasit menyebut posisi angka.
  • Apit mengangkat kaki, menginjak garis, menyentuh atau melewati bawah net ketika melakukan lambungan bola.
  • Tekong melompat saat melakukan servis, kaki tumpuan tidak berada dalam lingkaran atau menginjak garis lingkaran servis.
  • Tekong tidak menyepak bola yang dilambungkan kepadanya.
  • Bola menyentuh salah seorang pemain (teman sendiri) sebelum bola melewati net.
  • Bola jatuh diluar lapangan
  • Bola tidak melewati net.
  • Pemain menggunakan tangan atau kedua tangan bagian lengan untuk bantuan saat melakukan servis walaupun tangan tidak terus langsung pengenaan bola tapi menyentuh objek ketika melaksanakan servis.
b. Kesalahan dipihak penerima servis dan sepakmula
  • Berusaha mengalihkan perhatian lawan seperti (isyarat tangan, menggertak, bersuara keras dan membuat keributan).
c. Kesalahan pada kedua pihak
  • Ada pemain yang mengambil bola dilapangan lawan
  • Menginjak dan melewati satu telapak kaki garis tengah (centre line).
  • Ada pemain melewati lapangan lawan, walaupun diatas/dibawah net kecuali pada saat, The follow through ball.
  • Memainkan bola lebih tiga kali.
  • Bola mengenai tangan.
  • Menahan/menjepit bola diantara lengan dan badan antara dua kaki atau badan.
  • Ada bagian badan atau perlengkapan pemain seperti sepatu, pengikat kepala dan lain-lain, menyentuh net tiang, atau kursi wasit atau jatuh dilapangan lawan. Batal juga diberikan kepada pemain yang menyentuh kursi wasit atau memegang pembatas sebelum menendang bola.
  • Bola mengenai loteng atau dinding pembatas (objek lainnya)
  • Ada pemain sengaja memperlambat permainan yang tidak perlu (peringatan)
13. Sistem Perhitungan angka
  • Apabila penerima servis, atau yang melakukan sepakmula terjadi kesalahan otomatis akan peroleh angka sekaligus melakukan sepak mula lagi.
  • Angka kemenangan setiap set maksimal 21 angka, kecuali pada saat posisi angka 20-20, pemenang akan ditentukan pada saat selisih 2 angka sampai batas terakhir 2 poin, ketika 20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 poin.
  • Memberikan kesempatan istirahat 2 menit masing-masing pada akhir set pertama/kedua termasuk tie break.
  • Apabila masing-masing regu memenangkan 1 set, maka permainan akan dilanjutkan dengan set tie break dengan 15 poin, kecuali pada posisi angka 14-14, pemenang ditentukan pada selisih 2 angka, sampai batas akhir angka 17.
14. Time Out

1 menit setiap set pertama pada angka 11 dan set kedua pada angka 11 termasuk tie break angka 8, ketika bola mati. Selama time out hanya 5 orang yang diperbolehkan berada di garis belakang (3 pemain dan 2 pelatih).

15. Penghentian Permainan Sementara
  • Wasit yang sedang memimpin pertandingan dapat menghentikan permainan sementara yang disebabkan karena, gangguan lapangan, gangguan keamanan, gangguan cuaca atau ada pemain cidera dengan waktu tidak lebih dari 5 menit. Apabila lebih dari 5 menit pemain tidak dapat melanjutkan permainan maka penggantian pemain dapat dilakukan sepanjang belum diadakan penggantian sebelumnya.
  • Pemain yang cidera di izinkan 5 menit sebagai injury time out setelah 5 menit pemain tersebut tak dapat melanjutkan permainan, maka pergantian dapat dilakukan selama belum terjadi penggantian sebelumnya.
  • Selama penghentian sementara, semua pemain tidak diperbolehkan meninggalkan lapangan untuk menerima minuman/makanan atau bantuan lainnya.
  • Apabila suatu pertandingan terhalang karena keadaan luar biasa sehingga pertandingan tidak dapat diteruskan, maka pertandingan dapat ditunda sampai keadaan mengijinkan. Adapun kedudukan angka dalam penundaan lebih dari 2 jam, kembali dengan kosong-kosong sedangkan set yang telah selesai tetap tidak berubah.
16. Tata Tertib
  • Setiap pemain harus mematuhi peraturan permainan.
  • Selama permainan berlangsung, hanya kapten regu yang diperbolehkan berhubungan dengan wasit, kecuali atas kehendak wasit.
17. Pinalty (hukuman)

Pemain yang melanggar peraturan dibawah ini akan akan mendapat hukuman pernyataan dari wasit apabila :
  • Memperlihatkan sikap tidak sopan kepada, pemain lain atau penonton juga kepada  wasit atas keputusan yang diambil.
  • Menampakkan sikap tidak bersahabat dan tidak sopan.
  • Menghubungi wasit yang bertugas secara kasar mengenai suatu keputusan yang diambil.
  • Meninggalkan lapangan permainan tanpa permisi kepada wasit yang memimpin pertandingan.
  • Memberikan bola kepada pihak lawan dengan menggunakan kaki atau melemparkan dengan kasar.
  • Berlakukan tidak sopan selama permainan.
Catatan : Wasit menggunakan kartusebagai berikut :

Kartu Kuning ( Peringatan)
Kartu Merah (Pengusiran)

Kartu merah diberikan apabila :
  • Apabila pemain telah menerima Kartu Kuning pada pertandingan yang sama.
  • Sikap kasar seperti memukul, menendang, meludah dll.
  • Menggunakan kata-kata kotor atau cacian.
Catatan : Pemain yang mendapat kartu merah, harus segera keluar lapangan sebagai ganjaran indicipline, dan pemain tersebut tidak boleh bermain selama kejuaraan berlangsung.
  • Penggantian pemain diizinkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • Pemain yang telah dikenai kartu merah tidak diizinkan bermain pada permainan berikutnya sampai dikeluarkan keputusan lain dewan hakim.
18. Kelakuan Buruk Para Official

Tindakan tata tertib juga diberikan kepada Tim Official karena :
  • Melanggar tata tertib dan peraturan permainan.
  • Mendukung pemain yang melanggar tata tertib dan peraturan permainan.
  • Menggangu jalannya permainan.
19. Umum

Wasit yang memimpin pertandingan bersama Official Referee akan menggunakan kebijaksanaannya untuk menyelesaikan masalah yang belum tercantum dan peraturan ini. Keputusan Official Referee adalah mutlak (tidak dapat diganggu gugat)


(Wiwik Yunitaningrum, S.Pd)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kombinasi Gerak Dominan dalam Senam

Kombinasi Gerak Dominan dalam Senam
Gerak senam terbentuk dari berbagai kombinasi pola gerak dominan atau gerak dasar yang membentuknya. Agar kamu mampu mempraktikkan senam dengan baik, terlebih dahulu harus memahami dan menguasai gerak dasarnya. Tahukah kamu kombinasi gerak dominan dalam aktivitas senam ?
Pada pelajaran ini, kamu akan mempelajari berbagai kombinasi gerak dominan dalam senam. Pelajari materi ini dengan disiplin dan berbagi peralatan dengan teman agar pembelajaran berjalan dengan lancar.
Senam diperagakan dengan menampilkan suatu pola gerak yang dikenal dengan istilah pola gerak dominan. Tahukah kamu gerakan-gerakan yang dominan diperagakan dalam senam ?
A. Gerak Dominan dalam Senam
Sebelum mempelajari kombinasi pola gerak senam, terlebih dahulu kamu harus memahami gerak dasar dalam senam. Cermatilah uraian berikut dengan sungguh-sungguh.
1. Pengertian Gerak Dominan Senam

Pola gerak dominan adalah pola gerak yang mendasari terbentuknya keterampilan sehingga perannya dian…

Kombinasi Gerak Dasar Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar

Kombinasi Gerak Dasar Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar
Jalan, lari, lompat, dan lempar merupakan gerak dasar yang biasa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Namun, terkadang masih ada yang belum dapat mempraktikkannya dengan baik begitu juga ketika gerakan-gerakan digabungkan menjadi satu rangkaian gerak. Hal itu memerlukan pemahaman dan latihan gerak agar gerakan dapat dipraktikkan dengan kombinasi gerak yang baik.
A. Kombinasi Gerak Dasar Jalan, Lari, dan Lompat
Rangkaian gerak melompat dapat dipraktikkan dengan kombinasi gerak jalan, lari, dan lompat. Untuk mengetahui kombinasinya, pelajari tahapan dan kombinasi gerak jalan, lari, dan lompat berikut ini.
1. Tahapan Kombinasi Gerak Jalan, Lari, dan Lompat
Kombinasi gerak jalan, lari, dan lompat dapat dipraktikkan melalui tahapan gerak berikut ini.
a. Awalan
Awalan lompat dilakukan dengan cara berjalan atau berlari. Berlari dilakukan untuk menambah daya dorong saat melakukan tolakan. Awalan geraknya dapat dilakukan dengan cara berikut.

Dasar-Dasar Penyelamatan Diri di Air

Dasar-Dasar Penyelamatan Diri di Air


Kecelakaan di air dapat terjadi di kolam renang, sungai, danau, laut, dan lainnya. Kecelakaan di air yang paling umum dikarenakan manusia tidak bisa berenang. Keterampilan berenang tidak diperoleh begitu saja melainkan harus dengan berlatih dari teknik-teknik dasarnya. Berikut beberapa poin yang harus kalian pahami tentang penyelamatan diri di air.
1. Penyebab Kecelakaan di Air
Bahaya-bahaya yang sering terjadi di kolam renang antara lain disebabkan beberapa hal berikut. a. Tidak melakukan pemanasan (warming up) b. Tidak menguasai teknik berenang yang baik. c. Terlalu lelah atau terlalu lama berenang. d. Belum sarapan (makan) sebelum latihan renang. e. Terlalu dekat waktu makan dengan waktu berenang (sebaiknya 2 jam sebelum berenang)
2. Macam-Macam kecelakaan di Air
Berbagai macam kecelakaan atau cedera yang sering menimpa seorang siswa atau atlet yang sedang berenang di kolam renang, antara lain sebagai berikut. a. Tenggelam, yaitu termasuk penyebab…

Kombinasi Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif dalam Permainan Bola Besar

Kombinasi Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif dalam Permainan Bola Besar
Secara umum, gerak dasar dalam permainan bola besar dapat dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif. Ketiga gerak dasar tersebut dapat dipraktikkan secara bersama atau dalam rangkaian gerak. Misalnya, ketika melakukan gerak menggiring bola berkelok, kamu melakukan tiga gerak sekaligus, yakni gerak berpindah tempat ( lokomotor ), meliukkan badan ( nonlokomotor) dan mendorong bola dengan kaki ( manipulatif ).
1. Kombinasi Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif Melalui Permainan Sepak Bola.

Keterampilan gerak dalam permainan sepak bola tidak terlepas dari kombinasi gerak lokomotor,nonlokomotor dan manipulatif. Gerak berlari saat menggiring bola, mengayun lengan atau tungkai pada saat akan menendang dilanjutkan dengan gerak menendang bola merupakan kombinasi gerak dasar dalam permainan ini. Kombinasi gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulat…

Aktivitas Daya Tahan Jantung Paru

Aktivitas Daya Tahan Jantung Paru
Kebugaran jasmani dipengaruhi oleh aktivitas jasmani seseorang. Bagaimana keadaan kebugaran jasmanimu dalam keadaan prima, bukan ?
Pada pelajaran ini, kamu akan mempelajari aktivitas daya tahan jantung paru untuk meningkatkan kebugaran jasmanimu. Dengan mempelajari hal tersebut, kamu diharapkan mampu memahami prosedur aktivitas daya tahan dengan baik. Selain itu, kamu juga diharapkan mampu mempraktikkan berbagai aktivitas untuk melatih daya tahan jantung paru, baik melalui permainan maupun perlombaan.
Pernahkan kamu melakukan aktivitas daya tahan jantung-paru? Aktivitas daya tahan jantung-paru merupakan aktivitas yang dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Misalnya, jika berlari dilakukan secara berulang dalam waktu yang lama termasuk ke dalam latihan daya tahan jantung paru. Begitu juga dengan kegiatan lainnya, misalnya berenang yang dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Agar kamu lebih memahami aktivitas daya tahan j…