Langsung ke konten utama

Postingan Terbaru

10 Kalimat Singkat Perkenalan Diri Dalam Bahasa Inggris

Bentuk Aktivitas Untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani

Bentuk Aktivitas Untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani adalah suatu derajat atau kemampuan seseorang dalam rangka melakukan kegiatan sehari-harinya tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kebugaran jasmani dapat tetap terjaga dengan pola hidup sehat. Di samping itu melakukan aktivitas fisik yang terencana dengan melakukan peregangan otot dan pelemasan sendi sebelum latihan. Dan yang tak kalah penting dilakukan secara teratur dan berkelanjutan. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas tentang kebugaran jasmani berikut ini.

A. Pola Hidup Sehat

Sehat dan bugar terasa mahal saat kita terbaring sakit di rumah sakit. Setelah keluar dari rumah sakit kita mendapat tagihan biaya rumah sakit. Sakit membuat kita kehilangan banyak kesempatan, berhenti dari berbagai aktivitas yang menyenangkan, dan membosankan. Oleh karena itu, kesehatan harus dijaga, sebelum sakit benar- benar mendatangi kita. Jagalah sehatmu sebelum datang sakitmu.

Bentuk Aktivitas Untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani

Seseorang dikatakan sehat jika kondisinya tidak sakit baik secara fisik maupun psikis. Untuk memperoleh kondisi sehat, seseorang harus menjalani gaya hidup sehat. Pola hidup sehat paling tidak melaksanakan heksausaha sehat. Heksausaha sehat itu kepanjangan dari kata sehati, yaitu seimbang gizi, enyahkan rokok, hindari dan atasi stres, awasi tekanan darah, teratur berolahraga, serta istirahat cukup.

1. Seimbang Gizi

Keseimbangan gizi yang dibutuhkan tubuh kita perlu diperhatikan. Makanan yang dimakan hendaknya mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Zat-zat tersebut, yaitu karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan air.

Keseimbangan gizi terdapat dalam makanan empat sehat lima sempurna. Makanan tersebut, antara lain nasi, sayur, lauk-pauk, buah, dan susu. Jika keseimbangan gizi tidak diperhatikan, dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Seperti kurang vitamin C menyebabkan sariawan, kurang vitamin A menyebabkan penglihatan berkurang, dan sebagainya. Itulah pentingnya keseimbangan gizi tetap terjaga dalam pola makan.

2. Enyahkan Rokok

Rokok mengandung nikotin yang bersifat adiktif. Selain itu, rokok juga mengandung 4.000 macam zat kimia dan 20 macam racun maut yang terdapat di dalam tar.

Dampak merokok adalah darah mengental dan pembuluh darah rapuh sehingga memicu serangan jantung dan stroke. Dampak yang lain adalah kanker, radang saluran pernapasan, fisik lemah, dan menimbulkan impotensi. Jika ingin sehat maka enyahkan dan hindarkan rokok dari kehidupan kita.

3. Hindari dan Atasi Stres

Stres dapat mengganggu kesehatan, untuk itu harus dihindari. Jika stres kita harus menghilangkannya dengan cara sebagai berikut.
a. Jangan selalu bergantung pada orang lain. 
b. Selalu berpikir positif.
c. Jangan selalu mengingat kesalahan masa lalu.
d. Rasa dengki dan cemburu harus dihilangkan karena akan menguras energi. 
e. Hilangkan berburuk sangka kepada orang lain.
f.  Jangan menyimpan kemarahan dan frustasi.
g. Jauhkan kebiasaan sikap terburu-buru.
h. Luangkanlah waktu dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

4. Awasi Tekanan Darah

Tekanan darah adalah desakan yang ditimbulkan oleh darah dan terjadi pada dinding pembuluh darah. Usahakan tekanan darah dalam keadaan stabil. Jika kondisi tekanan darah labil akan mengganggu kesehatan. Untuk itu, kestabilan tekanan darah perlu dijaga dengan baik. Jika mengalami gangguan maka segera periksa ke dokter.

5. Teratur Berolahraga

Teratur dalam berolahraga dapat meningkatkan kemampuan jantung dan paru- paru, menurunkan kadar gula darah, mengurangi risiko penyakit jantung koroner, memperlancar aliran darah, dan memperbaiki bentuk tubuh.

Dengan demikian, kesehatan tetap terjaga dan badan tetap bugar. Badan yang sehat dan bugar menjadikan aktivitas sehari-hari berjalan dengan lancar.

6. Istirahat yang Cukup

Istirahat merupakan cara mengembalikan kebugaran jasmani setelah melakukan berbagai aktivitas. Istirahat jenisnya bermacam-macam dan kebutuhan istirahat setiap orang berbeda-beda. Istirahat yang terbaik adalah tidur. 

B. Peregangan Otot dan Pelemasan Sendi

Peregangan otot dan pelemasan sendi penting dilakukan sebelum melakukan latihan yang sesungguhnya. Hal ini dilakukan untuk mencapai hal-hal sebagai berikut.
1. Mengurangi kemungkinan terjadi cedera sendi dan otot.
2. Menghemat tenaga yang dikeluarkan ketika melakukan gerakan.
3. Mempersiapkan anggota badan untuk melakukan gerakan dalam latihan yang lebih berat.
4. Untuk melemaskan persendian agar mudah melakukan gerakan dan tidak kaku.

Peregangan otot dan pelemasan sendi di antaranya:

1. Peregangan Otot Tangan

Cara melakukan peregangan otot adalah sebagai berikut. 
a. Berdiri tegak.
b. Tangan dibengkokkan di depan dada.
c. Tangan kanan memegang siku tangan kiri.
d. Tarik siku tangan kiri ke arah kanan dan tahan sebentar.
e. Kembali ke sikap semula.
f.  Gantian dengan tangan kanan. 
g. Dibengkokkan di depan dada.
h. Tangan kiri memegang siku tangan kanan.
i.  Tarik siku tangan kanan ke arah kiri dan tahan sebentar.
j.  Kembali ke sikap semula.
k. Dilakukan secara bergantian antara tangan kiri dan tangan kanan.

2. Peregangan Otot Leher

Cara melakukan peregangan otot leher adalah sebagai berikut.
a. Berdiri tegak, kedua kaki dibuka selebar bahu. 
b. Kedua tangan di pinggang.
c. Putar leher ke kiri dua kali, ke kanan dua kali, dilakukan 2 × 8 hitungan.
c. Anggukan kepala ke bawah dua kali, ke atas dua kali, dilakukan 2 × 8 hitungan.
d. Miringkan kepala ke kiri dua kali dan ke kanan dua kali, dilakukan 2 × 8 hitungan.                         

3. Peregangan Otot Pinggul

Cara melakukan peregangan otot pinggul adalah sebagai berikut.
a. Berdiri tegak, kedua kaki dibuka selebar bahu. 
b. Kedua tangan di samping badan.
c. Renggutkan badan ke bawah sampai, kedua tangan menyentuh lantai.
d. Kembali ke sikap semula.
e. Renggutkan badan ke belakang dengan kedua tangan memegang pinggul.
f.  Lakukan secara bergantian.

4. Peregangan Otot Kaki

Cara melakukan peregangan otot kaki adalah sebagai berikut.
a. Berdiri tegak, kedua kaki dibuka selebar bahu.
b. Angkat kaki kanan dengan kedua tangan memegang lutut.
c. Tahan sebentar, kembali ke sikap semula.
d. Angkat kaki kiri dengan kedua tangan memegang lutut. 
e. Tahan sebentar, kembali ke sikap semula.
f.  Lakukan secara bergantian.                                           

5. Pelemasan Sendi Lutut

Cara melakukan pelemasan sendi lutut adalah sebagai berikut.
a. Berdiri tegak kedua kaki rapat. 
b. Kedua lutut dibengkokkan.
c. Kedua tangan memegang lutut.
d. Putar kedua lutut ke kanan dua kali dan ke kiri dua kali.
e. Dilakukan dalam 2 × 8 hitungan.

6. Pelemasan Sendi Bahu

Cara melakukan pelemasan sendi bahu adalah sebagai berikut.
a. Berdiri tegak kedua kaki rapat.
b. Kedua tangan direntangkan ke samping.
c. Putar kedua tangan dari mulai putaran lambat kemudian cepat.
d. Putar dari putaran kecil kemudian ke putaran besar.
e. Lakukan secara berulang-ulang.                                                                          

7. Pelemasan Sendi Kaki

Cara melakukan pelemasan sendi kaki adalah sebagai berikut.
a. Berdiri tegak, kedua kaki rapat. 
b. Kedua tangan di pinggang.
c. Angkat kaki kanan ke depan.
d. Putar ujung kaki ke kanan dan ke kiri. 
e. Kembali ke sikap semula.
f.  Angkat kaki kiri ke depan.
g. Putar ujung kaki ke kanan dan ke kiri. 
h. Kembali ke sikap semula.
i.  Lakukan secara bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri.

C. Latihan yang Terencana  dan  Terprogram

Latihan terencana dan terprogram adalah proses yang sistematis yang harus menganut prinsip-prinsip latihan tertentu berdasarkan rancangan aktivitas fisik yang sudah tersusun. Dengan demikian, mekanisme fisik akan bertambah baik dan bugar. Agar kebugaran jasmani tetap terjaga, maka harus menyusun program latihan yang terencana dan terprogram dengan baik.

Latihan fisik yang terencana dan terprogram tersusun dalam empat tahap, yaitu:
1. Tahap diagnose
Pada tahap ini sasarannya untuk menghimpun data potensi peserta, seperti riwayat kesehatan, gaya hidup, pengukuran kesehatan dan komponen kebugaran, serta pemilihan program latihan.

2. Tahap dasar
Pada tahap ini berisi latihan dasar kebugaran. Tujuannya untuk memberi kesempatan tubuh beradaptasi terhadap pembebanan latihan sebelum mengikuti program latihan sebenarnya.

3. Tahap peningkatan
Pada tahap ini berisi latihan lanjutan dengan takaran sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai guna meningkatkan status kebugaran jasmani.

4. Tahap pemeliharaan
Pada tahap ini berisi serangkaian latihan untuk mempertahankan status kebugaran yang telah dicapai pada periode sebelumnya.

Mengapa kita harus melakukan latihan yang terencana dan terprogram? Karena dampak dari latihan tersebut dapat berpengaruh pada hal-hal berikut ini.
1. Meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru.
2. Memperkuat sendi dan otot.
3. Mengurangi lemak.
4. Menurunkan kadar gula darah.
5. Memperbaiki bentuk tubuh.
6. Memperlambat proses penuaan.
7. Menambah semangat dan vitalitas tubuh.

Berikut ini adalah unsur-unsur latihan untuk peningkatan kebugaran jasmani.

1. Latihan Daya tahan Otot

Latihan daya tahan otot terdiri atas pull up dan back up.

a. Pull up (angkat tubuh)
Cara melakukannya pull up adalah sebagai berikut.
1. Berdiri di bawah tiang horizontal.
2. Kedua tangan memegang tiang posisi menggantung.
3. Angkat tubuh sampai dagu di atas tiang, tahan sebentar.
4. Tubuh diturunkan kembali.
5. Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang.

b. Back up
Cara melakukannya back up adalah sebagai berikut.
1. Posisi tidur telungkup.
2. Kedua tangan saling berpegangan di belakang kepala.
3. Angkat badan dan kaki bersama-sama.
4. Tahan beberapa saat.
5. Kembali ke sikap semula.
6. Lakukan gerakan tersebut secara berulang- ulang.

Contoh lain dari bentuk latihan daya tahan otot adalah semua bentuk weight training. Dalam latihan ini hal yang perlu mendapat perhatian adalah latihannya disesuaikan dengan batasan daya tahan otot. Contohnya squats dengan beban, rowing, triceps stretch, dan wrist roll.

2. Latihan Kelincahan (Agility)

Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk bergerak cepat dan dapat mengubah posisi tubuh berulang-ulang. Bentuk-bentuk latihan kelincahan, antara lain:
a. Lari bolak-balik (shuttle run)
b. Zig-zag (lari berbelok-belok) melewati rintangan
c. Lari menerobos teman yang berdiri kangkang dan melompati teman yang merangkak.
d. Squat thrust.

3. Latihan Kecepatan

Kecepatan merupakan kemampuan melakukan gerakan-gerakan berkelanjutan dan sama dalam waktu yang cepat. Tujuan latihan ini untuk melatih kemampuan kerja otot-otot dalam waktu yang cepat.
Bentuk latihan kecepatan adalah berlari sprint dengan jarak 50 meter dengan sistem interval training. Interval training adalah suatu sistem latihan yang diselingi oleh interval-interval yang berupa masa-masa istirahat.

Ada beberapa faktor yang harus dipenuhi dalam menyusun interval training, yaitu:
a. Lamanya latihan.
b. Ulangan melakukan latihan. 
c. Beban latihan.
d. Masa istirahat (recovery interval) setiap ulangan dari latihan.

4. Latihan Ketepatan (Accuracy)

Ketepatan adalah suatu kemampuan seseorang dalam rangka memenuhi target yang ingin dicapai.
Cara melakukan latihan ketepatan adalah sebagai berikut.
a. Membuat lingkaran di dinding diameter 20 cm dan tinggi 120 cm.
b. Lakukan lemparan bola ke dinding dengan jarak tertentu misalnya jarak 5 m. 
c. Hitung lemparan bola yang mengenai sasaran dalam lingkaran.

D. Latihan yang Berkelanjutan  untuk  Meningkatkan Kebugaran

Olahraga hendaknya dilakukan secara teratur dan berkelanjutan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan kesehatan.
Menurut Rusli Lutan dan kawan-kawan (2001) ada empat faktor yang yang berpengaruh terhadap peningkatan kebugaran jasmani seseorang. Faktor-faktor tersebut adalah frekuensi, intensitas, waktu, dan tipe.

1. Frekuensi

Frekuensi adalah seberapa sering seseorang melakukan aktivitas jasmani yang berkaitan dengan kesehatan. Untuk setiap komponen guna mencapai derajat kebugaran jasmani yang memadai, frekuensi latihannya adalah 3–4 kali per minggu.Otot-tot yang dilatih secara teratur dengan frekuensi cukup akan mengalami perkembangan, serabut ototnya semakin tebal dan otot menjadi besar. Hal ini disebut dengan hipertropi.

2. Intensitas

Intensitas adalah seberapa besar seseorang berlatih selama latihan. Untuk meningkatkan kebugaran jasmani, seseorang harus melakukan aktivitas jasmani yang lebih berat dari biasanya. Takaran beratnya latihan bergantung pada tujuannya.

3. Waktu

Waktu adalah lamanya aktivitas jasmani dilakukan dengan seberapa lama latihan berlangsung tergantung pada komponen kebugaran yang dilatih. Bagi anak-anak SD waktu aktif bergerak selama 30–60 menit.

4. Tipe

Tipe adalah kekhasan dari bentuk latihan yang dilakukan siswa untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Kekhasan latihan itu terkait dengan sistem energi untuk melaksanakan suatu kegiatan.

Latihan kebugaran jasmani yang teratur dan berkelanjutan bagi anak-anak sangat bermanfaat karena:
1. Merangsang pertumbuhan tulang.
2. Mengembangkan kapasitas paru-paru.
3. Memperlancar peredaran darah.
4. Mengurangi kolesterol.

Komentar

Postingan Populer

Kombinasi Gerak Dominan dalam Senam

Kombinasi Gerak Dasar Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar

Kombinasi Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif dalam Permainan Bola Besar

Kombinasi Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif dalam Permainan Bola Kecil

Dasar-Dasar Penyelamatan Diri di Air

Soal UAS Penjaskes SD Kelas 5 Semester 2 K13

Variasi Gerak Dasar Pencak Silat