Etika Pelajar dalam Berbicara yang Baik dan Benar

Posting Komentar

Memperhatikan segala bentuk pembicaraan pelajar tentu etika dalam berbicara yang baik dan benar menjadi hal yang penting. Masalahnya tidak semua pelajar paham dengan hal tersebut. Bagaimana tidak dengan membiasakan berbicara yang baik dan benar sedikit banyak mempengaruhi kualitas interaksi dengan orang lain. Makanya tidak heran jika hal tersebut bisa menjadi tolak ukur dalam hal kecerdasan dan sopan santun.


Sayangnya keadaan pelajar dirumah dan lingkungan masyarakat menjadi sebab utama terbentuknya kebiasaan berbicara. Selain itu pengaruh dari karakter orang tua, saudara, tetangga dan teman yang terkadang buruk seringkali membawa dampak buruk bagi pelajar. Makanya tidak jarang kita temukan sebagian pelajar memiliki kata-kata kasar yang menakutkan untuk didengar.

Meskipun begitu tidak seharusnya bagi pelajar cerdas terpengaruh oleh hal-hal demikian. Ini tidak mudah, tetapi yakinlah kebiasaan berbicara yang baik dan benar menjadi langkah awal anda menjadi pelajar yang cerdas, terpelajar dan sukses dalam memandang masa depan yang cerah. Setidaknya hal berikut ini bisa menjadi perhatian anda.

Etika Pelajar dalam Berbicara yang Baik dan Benar

1. Etika berbicara harus menatap lawan bicara

Berpikir tentang menatap lawan bicara tentu hal tersebut sangat berarti bagi pelajar. Pada beberapa kasus seorang pelajar yang cerdas sering memiliki malu yang berlebihan. Jika itu mengenai kesalahan mungkin bisa dibenarkan oleh semua orang. Namun terkadang malu menatap lawan bicara yang muncul disebabkan oleh rasa percaya diri yang rendah dan rasa grogi yang berlebihan. Makanya hal tersebut menjadi hambatan yang merugikan.

Pada dasarnya tidak ada orang yang terlahir dengan percaya diri yang kuat. Semua hal tersebut diperoleh dengan kerja keras dan dukungan dari diri senidri, orang tua dan guru. Selain itu kepribadian orang yang sering dihadapi setiap hari sangat berpengaruh untuk hal tersebut. 

2. Etika suara harus terdengar jelas

Banyak pelajar yang ragu untuk menunjukkan siapa jati dirinya. Ini terlihat ketika suara yang keluar saat berbicara terdengar hampir senyap. Padahal dengan mengeraskan suara agar terdengar jelas menjadi titik penting menuju pribadi pelajar yang lebih baik. Lepas landas dengan bermodalkan suara sumbang bahkan lirih bisa menjadi awal yang buruk.

Strategi pintar dalam hal ini adalah anda berbicara dengan memperhatikan intonasi kata yang anda gunakan. Hindari berbicara dengan cara cepat yang terkadang membuat lidah mengucapkan kata tertentu yang tidak jelas. Selain itu jangan berbicara sangat lambat sehingga membuat lawan bicara anda lebih banyak berpikir dari pada mendengarkan pembicaraan anda.

Tidak peduli seberapa kuat lawan bicara anda usahakan untuk menghadirkan suara yang jelas. Dengan begitu anda bisa dikenal sebagai pelajar yang menunjukkan potensial tinggi menuju kesuksesan yang sesungguhnya. Bukankah anda ingin menjadi pelajar yang sukses dalam menatap masa depan?

3. Etika memperhatikan tata bahasa yang anda gunakan

Berdasarkan apa yang ada tata bahasa dalam berbicara menjadi sangat dibutuhkan. Selama ini sebagian pelajar sering berbicara yang tidak teratur dalam tata bahasa. Akibatnya lawan bicara merasa asing terhadap apa yang dibicarakan. Kalau hal ini terus berlanjut bukan tidak mungkin anda menjadi pribadi yang dianggap tidak kompeten dalam hal tersebut.

Cobalah mempelajari tata bahasa yang baik dan benar. Jangan memaksakan berbicara sesuatu yang anda merasa asing dengannya. Ingat, dalam berbicara poerhatikan susunan subyek, predikat, obyek maupun kata keterangan. Tanpa anda memperhatikan hal ini pembicaraan anda akan terasa canggung dan menyusahkan lawan bicara anda.

4. Hindari suara yang tinggi (Berteriak)

Pada poin sebelumnya saya menyinggung untuk mengeraskan suara agar terdengar jelas. Ini bukan berarti anda harus berbicara dengan suara menjerit sehingga bisa didengar dari jarak puluhan meter. Namun yang saya maksud di sini adalah kejelasan suara. Jangan biarkan suara yang keluar sulit didengar oleh orang lain terutama oleh orang tua yang konsentrasinya lemah.

Adapun dengan meninggikan suara hingga memekikkan telinga sebaiknya anda hilangkan. Cara seperti itu berdampak buruk pada lawan bicara terhadap kepribadian anda. Dan yang terparah anda bisa disebut merendahkan mereka karena tidak memiliki sopan santun dalam berbicara.

5. Gunakan kata-kata yang mudah dimengerti

Sebenarnya tidak ada paksaan anda memilih kata-kata yang akan dijadikan bahan pembicaraan. Namun mempertimbangkan kondisi lawan bicara penggunaan kata-kata menjadi masalah serius. Bagi kebanyakan orang yang sudah mengenyam pendidikan tentu mereka bisa paham bahasa asing (terlalu intelek/tinggi) dengan sangat cepat. Namun jika keadaan lawan bicara cenderung berpendidikan rendah metode tersebut menjadi hambatan.

Untuk menunjukkan siapa diri anda supaya terlihat cerdas usahakan menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti. Bahkan pada setiap kondisi hal tersebut harus dilakukan jika anda menginginkan respon yang baik dari lawan bicara. Ingat, tujuan anda berbicara adalah membuat lawan bicara paham dan mengeti maksud yang anda kemukakan. Jadi, jangan mengambil kata-kata yang susah untuk tujuan yang besar karena ini bisa berakibat salah pengertian.

Kesimpulannya, biarpun etika berbicara bagi pelajar telah saya kemukakan. Namun untuk keberhasilan anda berinteraksi dengan lawan bicara sangat ditentukan oleh kepribadian anda sendiri. Jadi, jangan membuat lawan bicara asing terhadap apa yang anda hadirkan. Dalam hal ini ada baiknya anda belajar tentang public speaking untuk hasil yang maksimal.



Related Posts

Posting Komentar