-->

Teori Pembentukan Tata Surya dan Bumi

Bumi adalah satu-satunya planet yang memungkinkan untuk berlangsungnya kehidupan. hal ini anatara lain disebabkan karena di Bumi terdapat air sebagai komponen pendukung kehidupan, atmosfer Bumi memiliki komposisi yang sesuai untuk kehidupan, jarak dari Matahari yag tidak terlalu dekat dan juga tidak terlalu jauh. Selain itu, Bumi memiliki sumber daya yang peting artinya bagi kehiupan makhluk hidup terutama manusia.



Bumi hanyalah salah satu dari miliaran benda langit yang menempati alam semesta atau jagad raya. D alam semesta terdapat bintang-bintang yang beredar mengelilingi suatu pusat berupa kabut gas pijar yang sangat besar (Nebula). Nebula di kelilingi oleh bintang yang berdekatan satu sama lain (rasi), tebaran jutaan bintang, dan gumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil dari nebula. Kesemuanya disebut galaksi. Matahari merupakan pusat dari satu sistem tata surya. x tata surya dapat terbentuk ? Bagaimana pula pembentukan dan perkembangan bumi sebagai salah satu anggota tata surya ? Pada artikel ini teman-teman akan mempelajari pembentukan tata surya dan Bumi. Perhatikan materi berikut supaya teman -teman lebih mengenal dan mengetahui tentang pembentuka bumi kita.

Jagat Raya dan Tata Surya

jagat raya atau alam semesta adalah ruangan yang luas tak terhingga dan batas-batasnya belum diketahui. jagat raya terdiri dari galaksi-galaksi yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan. galaksi merupakan kumpulan bintang-bintang yang jumlahnya 100 miliar. Kimpulan bintang-bintang dalam galaksi bentuknya menyerupai lensa cembung yang pipih atau bentuk cakaram dimana garis tengahnya mempunyai panjang 100 tahun cahaya dan tebalnya 10 tahun cahaya. Matahari sebagai pusat tata surya berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat galaksi. Gaaksi yang terdekat dengan Bima Sakti adalah Andomeda. kedua pusat galaksi ini berjarak 1,5 juta tahun cahaya. Bentuk galaksi dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu spiral, bentuk spiral berbatang, bentuk elips dan bentuk tak beraturan.

Berapa jarak-jarak yang disebutkan diatas? Sebagai perbandingan jarak Bumi dengan Matahari adalah 8 1/3 menit cahaya atau 500 detik cahaya. Jika 1 detik cahaya dapat menempuh jarak 300.000 km. Teman-teman dapat membayangkan berpa jauhnya jarak antara Matahari dengan pusat galaksi berada pada rentang 30 tahun cahaya.

Terjadinya alam semesta (kosmos) telah dipelajari oleh manusia sejak dahulu. Pada awalnya manusia mempelajari alam semesta berdasarkan legenda yang berkembang dari mitos yang ada. Manusia menciptakan mitos karena adanya rasa ingin tahu yang ingin segera diperoleh jawabannya. Akan tetapi, keterbatasan pemikiran manusia dan peralatan untuk mealukan pengaatan, maka jawaban tidak sering tidak diperbolehkan sesuai harapan. Oleh karena itu, muncul mitos. Perkembangan ilmu pengetahuan mengenal alam semesta kemudian mengenai alam alam semesta kemudian mulai berkembang berbagai peralatan khusunya teropong bintang.

Tata surya  termasuk Bumi didalamnya berada pada galaksi Bima Sakti atau milky way yang tampak menyerupai selempang putih. Bima sakti berbentuk Spiral, kurang lebih terdiri dari 100 miliar bintang. Matahari dan bintang-bintang lainnya mengelilingi pusat galaksi dengan kecepatan 262km/jam dan memerlukan waktu 225 juta tahun cahaya untuk sekali putaran.

Matahari merupakan pusat tata surya kita. dalam sistem tat surya ini benda-benda angakasa bergerak mengelilingi Matahari karena adanya reaksi gaya gravitasi anatara Matahari dengan benda benda nagkasa tersebut. Benda-benda angakasa dalam tata surya terdiri dari planet yang juga dikelilingi oleh benda anasa yang lebih kecil dari satelit, astreoid atau planet minor, mateorid, komet dan materi-materi antarplanet.

Pada mulanya manusia berpikir bahwa bumi merupakan pusat tat surya. Paham ini disebut geosentris yang dicetuskan oleh ahli tatasurya. paham ini disebut geosentris yang dicetuskan oleh ahli filsafat yunani kuno bernama Claudius Ptolomeus. padangan ini di anut oleh manusia hingga abad 14 lamanya. Pada masa itu, orang-orang Yunanai dengan melakukan pengamatan secara kasar telah mengenal 5 planet selain bumi taitumerkurius, venus , mars, jupiter, dan saturnus. pada abad ke 16 Nicolaus Copernicus seorang ilmuwan Polandia mengubah pandangan geosentris dengan pendapatnya bahwa Matahari merupakn pusat tata surya. Pandangan ii disebut heliosentris. Padangan Copernicus ini didasarkan pada hasil pengamatan yang teliti serta dengan perhitungan yang sistematis. 

Teori Pembentukan Tata Surya dan Bumi

Teori mengenai asal mula tat surya dan bumi tlah banyak dikemukakan oleh para ahli. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada satu teori yang pasti dapat diterima oleh semua orang. beberapa teori yang masih diyakini sampai sekarang adalah sebagai berikut.

Teori Pasang Surut

Teori pasang surut pertama kali disampaikan oleh Buffon. buffon menyatakan bahwa tat surya berasal dari materi matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet. teroru pasang surut yang disampaikan Buffon kemudia diperbaiki oleh james H. jeans dan Hrold Jefferys pada tahun 1919. Menurut teori inii ratusan juta tahun yang lalu ada sebua bintang yang bergerak mendekati matahari dan kemudian menghilang. pada saat itu sebagian maahari tertarik dan lepas. Bagian dari matahari yang lepas ini kemudian membentuk planet-planet.

Dalam teori ini sebuah bintang bear mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. terjadinya psang surut air laut yang kita kenal di Bumi ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan kem Bumi. tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama dengan matahari mendekati matahari, maka akan terbentuk semcam gunung-gunug gelombang raksasa pada tubuh matahari yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. gunung-gunuung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang ke arah bintang besar itu.

Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet.

Teori Bintang Kembar

Menurut teori ini kemungkinan dahulu Matahari adalah sepasang bintang kembar. kemudian salah satu bintang tersebut meledak dan karena pengaruh gravitasi bintang satunya (Matahari yang sekarang) pecahan bintang yang meledak tersebut menjadi planet dan beredar mengelilingi matahari.
teori pembentukan tata surya.

Ada dua kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan mengenai proses terbentuknya bumi, yaitu:
  • Bumi berasal dari suatu gumpalan kabut raksasa yang meledak dahsyat, kemudian membentuk galaksi dan nebula. Setelah itu, nebula membeku membentuk galaksi bima sakti, lalu sistem tata surya. Bumi terbentuk dari bagian kecil ringan yang terlempar ke luar saat gumpalan kabut raksasa meledak yang mendinginkan dan memadat sehingga terbentuklah Bumi
  • Tiga tahap proses pembentukan bumi yaitu, mulai dari awal bumi terbentuk, diferensiasi sampai bumi mulai terbagi ke dalam berbagai zina atau lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar dan kerak bumi.

Teori Nebula

Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Kant dan Laplace pada tahun 1796. Menurut teori ini pada mulanya terdapat kabut gas dan debu (nebula) yang sangat panas, sebagaian pendinginan kabut gas tersebut menyusut dan berpusing. Pada mulanya lamabat kemudian semakin cepat dan bentuknyapun berubah dari bulat bola menjadi semacam cakram. Sebagian besar materi kemudian mengumpul di pusat cakram menjadi Matahari, sedangkan sisanya tertinggal terpisah sebagai cincin dan tetap berpusing mengelilingi matahari seagai pusatnya. bagian yang terpisah ini setelah mendingin menjadi planet-planet termasuk satelitnya.

Teori Big Bang

Teori ini dikembangkan oleh George Lemaitre. Menurut teori ini pada mulany alam semesta adalah "primeval atom" yang berisi semua materi dalam keadaan yang sangat padat. Suatu ketika materi ini meledak dan seluruh materinya terlempar ke ruang alam semesta.

Dalam perkembangannya planet bumi terus menagalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:
  • Awalnya bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
  • Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak kepermukaan.
  • Bumi terbagi lima lapisan yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar dan kerak bumi.

Teori Creatio Continua

Teroi ini dekmbangkan oleh Fred Hoyle, Bendi dan Gold. menurut teori ini saat diciptakan alam semesta tidak ada. Alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap ada, atau dengan kata ain alam semesta ini tidak pernah bermula dan tidak akan berakhir. Pada setiap saat ada partikel yang dilahirkan dan tidak akan berakhir. Pada setiap partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap. Partikel-partikel tersebut kemudian mengembun menjadi kabut-kabut spiral dengan bintang-bintang dan jsad-jasad alam semesta., maka jumlah materi semakin bertambah dan menyebabkan pemuaian.

Teori G.P Kuiper

Pda tahun 1950 G.P Kuiper mengemukakan teroi yang mengatakan bahwa matahri serta semua planet berasal dari gas purba yang ada di ruang angksa. Pada saat ini terdapat banyak kabut gas dan diantara kabut terlihat dalam proses melahirkan bintang kabut yang tipis karena gaya gravitasi antarmolekul dalam kabut itu semakin lama memampatkan diri menjadi massa yang semakin padat. Selanjutnya terjadi gerakan berputar yang memipihkan dan memadatkan gas kabut itu. Satu atau dua materi memadat di tengah menjadi matahari sedangkan gumpalan yang kecil akan melesat lingkungan sekitarnya menjadi planet-planet.

itulah beberapa artikel tentang teori pembentukan tata surya semoga bermanfaat buat teman-teman

Related Posts

Subscribe Our Newsletter