Tutorial Cara Belajar Membuat Resensi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Tutorial Cara Belajar Membuat Resensi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia - Sebuah resensi akan memberikan banyak pelajaran bagi yang membacanya, salah satu pembelajaran membuat resensi adalah judul novel di  bagian ini, dengan tema resensi “Sebab Cinta Harus Mencintai,”  Judul Buku        : Gurun Bercerita Cinta, Penulis : Diyah Ratna, Penerbit : Gagas Media, Tebal: vi + 324 halaman, Tahun terbit : Catakan Pertama 2009, Harga: Rp. 25.000 Berbicara cinta dan kasih sayang tidak akan pernah bosan dan tidak akan pernah hilang dari alam dunia. Kehidupan ini dinamis, di mana akan mengalami perkembangan dan perubahan, baik ke  arah yang positif, maupun ke arah yang negative. Anak-anak akan berkembang menjadi remaja, dewasa bahkan hingga tua, hanya menunggu waktu untuk kematian.

Tengoklah pula, barang-barang yang dulu terlihat indah, kini begitu kusam dan mungkin tidak bisa dipakai kembali, mengapa ini terjadi? Jawabannya karena inilah hidup dan kehidupan. Ketika dulu kita disebuah perkampungan, hidup dengan tentram, namun saat kita pergi merantau kemudian membali lagi ke handai taulan. Apa yang kita temukan? Jawabannya perubahan di perkampungan kita tersebut.

Di antara banyaknya ciptaan Sang Maha Khalik, mungkin hanya ada satu yang tetap, tetap tidak berubah, tetap membuat cerita dalam kehidupan, baik senang, getir, memalukan, lucu, unik dan lainnya. Apa itu? Jawabnya… CINTA.

Sudah berabad-abad kehidupan ini ada, selama itu pula cinta sudah ada. Akan berapa lama lagi kehidupan ini ada, maka akan selama itu pula kisah cinta akan terceritakan dalam kehidupan manusia. Hanya tokohnya saja yang membedakan, namun cinta tetaplah cinta yang berabad lalu ada dan dirasakan dan akan tetap ketika kehidupan ini ke depannya masih ada. Akan tetap semua itu adalah cinta. Hanya cinta yang tidak pernah tua dan tidak pernah punah.

Sebuah kisah tentang cinta juga yang diceritakan dalam novel berjudul “Gurun Bercerita Cinta”, buah karya Diyah Ratna. Kita tentu akan tahu dari judulnya kisah ini terjadi di mana. Kisah cinta memang tidak pernah mengenal tempat dan waktu, biarkan semuanya tumbuh dan berkembang dalam jalanNya.

Mario sosok pria dengan gemilang dalam karirnya, di sebuah perusahaan pesawat terbang Ababil Airways, Kuwait. Sosok Mario yang begitu akrab dengan teman-temannya, Abdullah, Candra dan lainnya, harus sedikit terusik dengan adanya sosok pegawai baru dengan pengalaman kerjanya yang sangat luar biasa. Sosok tersebut bernama Alena yang pernah bekerja di American Air line.

Kedatangan Alena di perusahaan milik negara Kuwait tersebut satu sisi banyak yang membutuhkan dan merasakan senang, namun hal tersebut tidak dan sama sekali sulit untuk dirasakan oleh Mario dan kawan-kawannya. Bagaimana bisa, sosok yang baru diterima di perusahaan tersebut, bukan menjadi bawahan, justru menjadi orang penting yang memiliki kebijakan dalam pekerjaannya.

Hingga hal yang paling tidak disukai Mario dan kawankawannya terjadi, yaitu mereka diharuskan menjadi bagian dari tim yang diketuai Alena. Pemimpin perusahaan menunjuk alena sebagai ketua tim, namun hal tersebut sangat tidak diinginkan oleh Mari dan kawan-kawan. Sungguh sebuah suasana kerja yang memang tidak diinginkan.

Di bagian lain, sosok Mario yang dikagumi kawan-kawannya, memiliki sebuah hubungan namun belum tunangan dengan seorang wanita bernama Gita. Gita merupakan sosok yang mencintai Mario, bagaimana dengan Mario sendiri, apakah mencintainya ataukah justru sebaliknya?

Memang cinta tidak pernah bisa ditebak dan tidak bisa menentu. Bayak orang yang mencintai, namun ketika yang dicintai tidak mencintai. Bagaimana jadinya? Bagaiaman perasaan keduany? Tentu yang satu pihak sakit hati namun sisi lain acuh dengan kepolosannya seakan tidak ada apa-apa dan tidak ada yang mencintai.

 Negeri dengan gurun yang begitu luas memberikan cerita cinta yang aneh, unik bahkan mengelikan. Di perjalanan cerita novel “Gurun Menceritakan Cinta” karya Diyah Ratna, Mario harus rela dan kerelaan itu yang dia tunggu selama ini. Dengan jujur Gita mengatakan tanpa basa-basi,”Kita sudahi saja hubungan ini, kita kembali ke semula, di mana hati tidak saling mencintai, biarkan cinta seperti Adam dan Hawa hanya miliki kita bersama orang yang kita cintai, bukan milik kita (Gita dan Mario).

Pernyataan Gita tersebut, bukan membuat Mario sakit hati atau kecewa, justru yang ada Mario merasakan tenang, dengan segala keputusan Gita. Hingga akhirnya cinta bercerita kembali dalam hidup Mario, sosok Alena yang dulu sangat tidak disukai, justru sekarang sebaliknya. Memang cinta tidak akan punah selama kehidupan ada.

Ada beberapa hal yang menjadi kelebihan novel ini, belakangan ini novel berlatar TImur Tengah sangat dikagumi, setelah Habiburrahman memulai debutnya dengan Ayat-ayat Cinta, novel ini secara tidak langsung, terbawa anggapan dari pembaca akan sama dengan novel tersebut. Ditambah bahasanya yang mudah dan sederhana, mampu dimaknai setiap pembaca.

Namun, di balik itu semua memang kekuranga selalu ada, salah satunya adalah ketidakadaan arti dari kalimat berbahasa inggris. Hal ini akan sedikit menyulitkan pembaca yang kurang pendidikan terutama kemampuan bahasa Inggrisnya. Terlepas itu semua, novel ini memberikan hal yang menyadarkan kita tentang cinta bahwa cinta tidak pernah bisa ditebak, kapan, di mana dan kepada siapa.
beniherawan.xyz
Blogger tapi malas nulis artikel

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter