-->

10 Pahlawan Pergerakan Nasional yang Perlu Kita Ketahui

Pahlawan Pergerakan Nasional


1. Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879. Kartini memiliki cita-cita untuk memajukan pendidikan dan derajat wanita Indonesia. Cita-cita ini dituangkan dalam surat-surat Kartini yang dikirimkan kepada sahabatnya di Belanda. Surat-surat yang ditulis dalam bahasa Belanda tersebut kemudian dikumpulkan dan dibukukan oleh J.H. Abendanon. Selanjutnya, buku berbahasa Belanda itu diterjemahkan ke dalam Bahasa indonesia oleh Armin Pane dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Kartini wafat dan dimakamkan di Rembang pada 17 September 1904.

2. Dewi Sartika lahir di Cicalengka, Jawa Barat, pada 4 Desember 1884. Dewi Sartika bercita-cita mengangkat derajat kaum perempuan dan mencerdaskan bangsanya. Cita-cita itu diwujudkan dengan mendirikan sekolah untuk kaum perempuan. Sekolah tersebut bernama Kautamaan Istri. Dewi Sartika wafat di Tasikmalaya pada 11 september 1947.

3. Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889. Beliau merupakan tokoh pendidikan nasional dan pendiri perguruan Taman siswa pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Beliau juga aktif mengkritisi pemerintah Belanda yang bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat Indonesia. Tulisan beliau yang berjudul Als Ik Een Nederlander Was (Seandainya Aku seorang Belanda) menyindir belanda dengan pedas. Ki Hajar dewantara wafat di Yogyakarta pada 26 April 1959.

4. Ernest Francois Eugene Douwes Dekker atau lebih dikenal dengan nama Danudirja Setiabudi lahir di Pasuruan pada 8 Oktober 1879. Ia adalah seorang keturunan belanda, tetapi ikut berjuang untuk Indonesia. Pada 25 Desember 1912, bersama Ki Hajar Dewantara dan Dr. Cipto Mangunkusumo, beliau mendirikan Indische Partij (IP), partai politik pertama yang lahir di Indonesia untuk tujuan persatuan Indonesia. Beliau wafat di Bandung pada 28 Agustus 1950.

5. H.O.S. Cokroaminoto lahir di Desa Bukur Madiun, Jawa Timur, 6 Agustus 1882. Ia mempunyai beberapa murid, di antaranya Musso, Soekarno, dan Kartosuwiryo. Salah satu kata mutiara darinya yang masyur adalah setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat. Hal tersebut menggambarkan suasana perjuangan Indonesia pada masanya yang memerlukan tiga kemampuan pada diri seorang pejuang kemerdekaan. H.O.S. Cokroaminoto wafat pada 17 Desember 1934.

6. Dr. Soetomo lahir di Nganjuk, Jawa Timur, pada 30 Juli 1888. Dr. Soetomo adalah tokoh pendiri Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Budi Utomo adalah organisasi pergerakan nasional pertama. Pendiri organisasi tersebut diabadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional, yaitu tanggal 20 Mei. Dr Soetomo wafat di Surabaya pada 30 Mei 1938.

7. K.H. Samanhudi lahir di Laweyan, Surakarta, Jawa tengah, pada tahun 1868. Samanhudi adalah seorang pengusaha batik Surakarta yang mendirikan Sarekat Dagang Islam pada 1911. Samanhudi tidak mau dijajah secara ekonomi oleh Belanda. Samanhudi wafat pada 28 Desember 1856.

8. Kyai Haji Mohammad Hasyim Asy'ari lahir di Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875. Beliau adalah pendiri organisasi massa Islam Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 1926. Organisasi ini terus berkembang dalam bidang sosial dan dakwah Islam. Di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren, beliau dijuluki Hadratus Syeikh, yang berarti maha guru. Beliau wafat pada 25 Juli 1947 dan dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang.

9. Kyai Haji Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta 1 Agustus 1868. Pada 18 November 1912, Ahmad Dahlan mendirikan muhammadiyah yang bertujuan untuk memurnikan pelaksanaan ajaran Islam di Nusantara. Beliau wafat di Yogyakarta pada 23 Februari 1923.

10. W.R. Soepratman lahir di Jatinegara, Batavia, 9 Maret 1903. Ia adalah pengarang lagu kebangsaan Indonesia "Indonesia Raya". Saat tinggal di Makassar, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya, Willem van Eldik sehingga pandai bermain biola dan mengubah lagu. Ketika tinggal di Jakarta, ia membaca suatu tulisan dalam majalah Timbul. Penulis itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Pada tahun 1924, Soepratman mengubah lagu Indonesia Raya, yang kemudian dijadikan sebagai lagu kebangsaan. Soepratman meninggal di Surabaya, 17 Agustus 1938.

Peristiwa Sumpah Pemuda

Tonggak perjuangan pergerakan nasional Indonesia diawali dengan berdirinya organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Oleh karena itu, pada setiap tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tonggak perjuangan selanjutnya adalah lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Oleh karena itu, setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari sumpah pemuda.

Sumpah pemuda dicetuskan saat Kongres Pemuda II berlangsung di Jakarta pada tanggal 27-28 Oktober 1928. susunan kepanitian kongres tersebut adalah sebagai berikut.
  • Ketua ( Sugondo Joyopuspito)
  • Wakil Ketua (Joko Marsaid atau Tirtodiningrat)
  • Sekretaris (Muhammad Yamin)
  • Bendahara (Amir syarifudin
Pada Kongres Pemuda itulah, lagu Indonesia Raya karya W.R. Soepratman diperdengarkan untuk pertama kalinya.





Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter
loading...