3 Tokoh Melawan Pendudukan Jepang di Indonesia

Posting Komentar

Pendudukan Jepang di Indonesia

Belanda menyerah kepada Jepang pada 8 Maret 1942. Penyerahan kekuasaan dilakukan di Kalijati, subang, Jawa Barat. Mulanya, Jepang berjanji membebaskan bangsa Asia dari penjajahan bangsa Eropa. Akan tetapi, Jepang hanya menginginkan kekayaan alam Indonesia saja. Walaupun singkat, pendudukan Jepang di Indonesia sangat menyengsarakan. Rakyat bergerak melawan penjajah Jepang di bawah pimpinan tokoh-tokoh sebagai berikut.


1. Kiai Haji Zainal Mustafa lahir di singaparna, Jawa Barat, pada 1899. Beliau adalah tokoh dari Pondok Pesantren Sukamanah, Singaparna, yang mengajak pengikutnya untuk melawan Jepang. Jepang telah berbuat sewenang-wenang terhadap rakyat yang tidak mau mengikuti upacara menyembah matahari. Perlawanan rakyat Singaparna terjadi pada tahun 1944. Beliau wafat di Jakarta pada tanggal 25 Oktober 1944.

2. Teuku abdul Jalil adalah seorang guru mengaji di Cot Plieng, Aceh. Di bawah pimpinan beliau, rakyat Aceh sangat bersemangat melawan Jepang. Namun Sayang, pada tanggal 10 November 1942, masjid tempat Teuku Abdul jalil dan pengikutnya berkumpul dikepung oleh tentara Jepang. Teuku Abdul Jalil dan pengikutnya dapat meloloskan diri. Namun, Jepang berhasil mengetahui tempat persembunyian mereka. Saat mereka sedang shalat, mereka ditembaki oleh Jepang. Berakhirlah perlawanan rakyat Cot Plieng melawan Jepang.

3. Syudanco Supriyadi adalah komandan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang sangat disegani. PETA merupakan organisasi pemuda yang diberi latihan militer oleh Jepang untuk membantu melawan sekutu. Suatu keuntungan besar bagi rakyat Indonesia, khususnya anggota PETA, karena mereka dilatih militer secara penuh oleh Jepang. Hal ini dimanfaatkan oleh Supriyadi untuk membangun kekuatan melawan Jepang. Pada tanggal 14 Februari 1945, perlawanan tentara PETA di Blitar mulai dilancarkan. Akan tetapi, karena tidak seimbangnya persenjataan, perlawanan ditangkap dan diadili. Sementara itu, keberadaan supriyadi tidak diketahui hingga saat ini.

Setelah 3,5 tahun menguasai Indonesia, kedudukan Jepang di wilayah Pasifik semakin terdesak oleh Pasukan Sekutu. Pada tanggal 6 Agustus 1945, sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima oleh amerika Serikat. Bom atom kedua dijatuhkan di atas kota Nagasaki, Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan Sekutu.

Related Posts

Posting Komentar