Cerita Abu Nawas dalam Bahasa Inggris Memenangkan Lomba Berburu

Posting Komentar
Kali ini, saya akan membagikan kisah lucu dan menginspirasi Abu Nawas yang sedang diuji oleh Raja Harun Ar-Rasyid dengan diadakannya sayembara. Dalam sayembara tersebut Abu Nawas berhasil menjadi pemenang dan menaklukkan lawannya yaitu Abu Jahil. Kisah ini kami bagikan dalam dua bahasa, yaitu Inggris - Indonesia.


Yuk kita simak saja kisahnya, Cerita Abu Nawas dalam Bahasa Inggris Memenangkan Lomba Berburu.

Abu Nawas Win Hunting Contest
Abu Nawas Memenangkan Lomba Berburu

One day, King Harun Ar-Rasyid went out of the palace to hunt together with guardians.
Pada suatu hari, Raja Harun Ar-Rasyid keluar istana untuk berburu bersama para pengawalnya.

Along the way, one of the royal officials named Abu Jahil followed by panting on his horse.
Di tengah perjalanan, salah satu pejabat kerajaan yang bernama Abu Jahil menyusul dengan napas terengah-engah di atas kudanya.

Abu Jahil: Majesty...Majesty...may I propose something...?
Abu Jahil: Baginda...Baginda...bolehkah hamba mengusulkan sesuatu...?

King Harun: O Abu Jahil what do you suggest?
Raja Harun: Apa usulmu wahai Abu Jahil?

Abu Jahil: In order for this hunt interesting, what if we make the prize contest?
Abu Jahil: Agar perburuan ini menarik, bagaimana kalau kita sayembarakan saja?

The King paused a second and nodded.
Baginda Raja terdiam sejenak dan mengangguk-angguk.

King Harun: Well...tell me your idea...
Raja Harun: Baiklah...ceritakan idemu...

Abu Jahil: I want to compete dexterity with Abu Nawas. Who among us were lost, he had to bathe the palace horses for 1 month.
Abu Jahil: Hamba ingin beradu ketangkasan dengan Abu Nawas. Siapa diantara kami yang kalah, ia harus memandikan kuda-kuda istana selama 1 bulan lamanya.

King Harun: I agree! And for the winner will give a bag of gold coins.
Raja Harun: Aku setuju! Dan untuk pemenangnya akan kuberikan sekantung uang emas.

Contest trumpet sounded.
Terompet sayembara dibunyikan.

The messengers announced hunting contest between Abu Nawas and Abu Jahil to the population.
Para pesuruh Raja mengumumkan sayembara perburuan antara Abu Nawas dan Abu Jahil kepada para penduduk.

Abu Nawas then summoned to the palace to face the King.
Maka dipanggillah Abu Nawas ke istana untuk menghadap Raja.

Abu Nawas be instructed about the rules of the contest.
Abu Nawas diberi petunjuk mengenai aturan-aturan sayembara.

Abu Nawas thought for a moment.
Abu Nawas berpikir sejenak.

Then he refused the contest.
Kemudian ia menolak sayembara tersebut.

He believes that this is all the machinations of Abu Jahil who want to get rid of the palace.
Ia yakin bahwa semua ini hanyalah akal bulus dari Abu Jahil yang ingin menyingkirkannya dari istana.

But the King Harun force, and Abu Nawas couldn’t resist.
Namun Baginda Raja Harun memaksa dan Abu Nawas tidak bisa menolaknya.

Abu Nawas feel worried.
Abu Nawas merasa gelisah.

He knew that Abu Jahil now appointed as court official.
Ia tahu bahwa Abu Jahil sekarang diangkat menjadi pejabat istana.

He must exert all his men to donate animal prey in the forest later.
Ia pasti mengerahkan semua anak buahnya untuk menyumbang binatang buruannya di hutan nanti.

However, after much thought, I wonder what’s on his mind, Abu Nawas even smile.
Namun setelah berpikir panjang, Entah apa yang ada di pikirannya, Abu Nawas malah tersenyum.

Abu Jahil who see the change of Abu Nawas Expression became curious.
Abu Jahil yang melihat perubahan raut muka Abu Nawas menjadi penasaran.

His mind said how could Abu Nawas could beat him this time.
Batinnya berkata mana mungkin Abu Nawas bisa mengalahkan dirinya kali ini.

Abu Nawas clever however, this time he definitely lost.
Secerdik bagaimanapun Abu Nawas, kali ini pasti dia kalah.

The next day, the guards herded them both into the middle of palace square.
Esoknya, Para pengawal menggiring mereka berdua ke tengah alun-alun istana.

The King and all the people waiting, who will be the winner in this hunt contest.
Raja dan seluruh rakyat menunggu, siapa yang akan menjadi pemenang dalam lomba berburu ini.

Trumpet sign start contest was blown.
Terompet tanda mulai adu ketangkasan pun ditiup.

Instantly, Abu Jahil direct lightning speed gallop into the forest.
Seketika, Abu Jahil langsung memacu kudanya secepat kilat menuju hutan.

Abu Nawas contrary, he was so relaxed mounted his horse.
Abu Nawas justru sebaliknya, dia begitu santai menaiki kudanya.

So the people yelled.
Sehingga para penonton meneriakinya.

In afternoon, they saw Abu Jahil entered the gate of the palace with his horse.
Menjelang sore hari, tampaklah Abu Jahil memasuki pintu gerbang istana dengan menunggangi kudanya.

He got a standing ovation and applause from the people who witnessed it.
Ia mendapat sambutan meriah dan tepuk tangan dari rakyat yang menyaksikannya.

Large bags on the left and right of the horse full of animals hunted.
Tas besar di kiri dan kanan kudanya penuh dengan binatang hasil buruan.

Abu Jahil with a smile proudly show it in the middle of the field to the entire audience amazed.
Abu Jahil dengan senyum bangga memperlihatkannya di tengah lapangan kepada seluruh penonton yang berdecak kagum.

Abu Jahil: I, Abu Jahil, is the winner of this hunt. Look...quarry animals very much. Nothing will be able to beat me.

(Abu Jahil shouted)
Abu Jahil: Aku, Abu Jahil, adalah pemenang lomba perburuan ini. Lihatlah...binatang buruanku sangatlah banyak. Tidak akan ada yang mampu mengalahkanku. 
(Abu Jahil berteriak dengan lantang)

Increasingly crowded spectators cheering and clapping.
Penonton semakin ramai bersorak dan bertepuk tangan.

Not long afterwards, Abu Nawas enter the gates of the palace with his horse.
Tidak berapa lama kemudian, Abu Nawas memasuki gerbang istana bersama kudanya.

Abu Nawas looks don’t bring any game.
Abu Nawas terlihat tidak membawa satu pun binatang buruan.

The audience was laughing at and jeered.
Penonton pun menertawakan dan mencemoohnya.

But Abu Nawas stay ahead casually.
Tapi Abu Nawas tetap maju dengan santainya.

He even smiled and waved.
Ia malah tersenyum dan melambaikan tangan.

It was time to counting animals hunted.
Tibalah waktunya menghitung binatang hasil buruan.

King Harun ordered his guards to move to the middle of the field and count the number of gane animals.
Raja Harun menyuruh para pengawalnya untuk maju ke tengah lapangan dan menghitung jumlah binatang buruan.

The guards began to count the animals hunted Abu Jahil.
Para pengawal mulai menghitung binatang hasil buruan Abu Jahil.

Guards: Twenty rabbits, three deers and two wild boar!
Pengawal: Dua puluh ekor kelinci, tiga ekor rusa dan dua ekor babi hutan!

Abu Jahil: Yes, I am the winner! Look at Abu Nawas not even bring a beast.
(Abu Jahil shout with pride)

Abu Jahil: Ya, akulah pemenangnya! Lihatlah Abu Nawas bahkan tak membawa seekor binatangpun.
(Abu Jahil berteriak dengan sombong)

Abu Nawas: Stay calm...I brought a lot of animals. The amount exceeds the animals you brought it. I brought thousands of animals, and therefore I am the winner.

Abu Nawas: Tenang...tenang...aku membawa banyak binatang. Jumlahnya melebihi binatang yang kau bawa itu. Aku membawa ribuan binatang, maka dari itu akulah pemenangnya.

Abu Jahil: Hahahaha...where was the animal hunted by you O Abu Nawas?
Abu Jahil: Hahahaha...di manakah binatang hasil buruanmu itu wahai Abu Nawas?

Abu Nawas: Abu Jahil, prepare yourself to bathe the horses palace for 1 month.
Abu Nawas: Abu Jahil, persiapkan dirimu untuk memandikan kuda-kuda istana selama 1 bulan.
Abu Jahil: What do you mean? Are you dreaming?
Abu Jahil: Apa maksudmu? Apa kau sedang bermimpi?

Abu Nawas: According to the rules of the race, all animals should be captured, what important is the amount, isn’t it?

Abu Nawas: Menurut aturan lomba, semua binatang boleh ditangkap, yang penting adalah jumlahnya kan?

Abu Nawas put yellow bamboo then open it.
Abu Nawas meletakkan bambu kuning kemudian membukanya.

Thousands of red ants he remove it from the bamboo.
Ribuan semut merah ia keluarkan dari dalam bambu tersebut.

All the people cheering on the ingenuity of Abu Nawas.
Semua orang bersorak atas kecerdikan Abu Nawas.

Guards began counting the ants that brought Abu Nawas.
Pengawal mulai menghitung semut-semut yang dibawa Abu Nawas.

Guards: The amount is very much Majesty, there may be thousands. We can’t count them anymore.
Pengawal: Jumlahnya sangat banyak Baginda, mungkin ada ribuan. Kami tak sanggup menghitungnya lagi.

Given this fact, Abu Jahil scream and fainted.
Melihat kenyataan itu, Abu Jahil berteriak dan jatuh pingsan.

The King of laughter. Then asket the guards to give a gift bag of gold to Abu Nawas.
Baginda Raja tertawa terpingkal-pingkal. Kemudian menyuruh pengawal memberikan hadiah sekantung emas kepada Abu Nawas.

Fraudulent actions will not be able to beat the ingenuity and sincerity.
Tindakan curang tidak akan mampu mengalahkan kecerdikan dan ketulusan hati.

The end.
Tamat.

Bagaimana, kisah yang menginspirasi bukan? Sekian Cerita Abu Nawas dalam Bahasa Inggris Memenangkan Lomba Berburu. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Posting Komentar