-->

Biografi Albert Von Haller Bapak Neurologi

Albert von Holler adalah salah satu tokoh terbesar dan perintis dalam ilmu biologi. Ia dianggap sebagai Bapak Neurologi, yakni ilmu tentang sistem syaraf. Ia lahir di Bern, Swiss pada tahun 1708 sebagai seorang anak yang banyak mengalami ganguan kesehatan. Namun demikian, ia menunjukkan bakat keilmuan yang luar biasa pada usia yang masih sangat muda. Pada umur delapan tahun, ia sudah mampu menulis artikel-artikel ilmiah yang biasa ditulis oleh para sarjana, dan ketika berumur sepuluh tahun, Haller telah mampu menyusun sebuah kamus bahasa Yunani. Kemudian, ia masuk ke Universitas Leyden untuk belajar ilmu kedokteran, dan ia berhasil meraih gelar dokter pada usia 19 tahun. Haller mulai berpraktik dokter pada tahun 1729 ketika ia masih berumur 21 tahun, dan ia terus membuka praktik tersebut hingga tahun 1736. Setelah itu, ia diangkat sebagai Guru Besar Ilmu Anatomi, Botani, dan kedokteran di Universitas Gottingen yang baru saja didirikan.

Haller memiliki minat dan bakat dalam berbagai bidang, tetapi karyanya yang terbesar adalah di bidang syaraf dan otot. Ketika ia memulai penelitiannya, baru sedikit yang diketahui orang tentang susunan dan fungsi syaraf-syaraf serta bagaimana syaraf-syaraf tersebut mengendalikan gerakan otot-otot tubuh. Teori yang diyakini kebenarannya pada waktu itu mengatakan bahwa syaraf merupakan selang-selang yang mengalirkan cairan. Tetapi Haller menolak pemikiran tersebut karena tidak seorangpun yang pernah melihat atau mengetahui letak cairan tersebut.

Sebagai gantinya, Haller memusatkan penelitiannya pada dua hal yang melibatkan syaraf-syaraf tubuh, yakni iritasi dan perasaan. Menurut Haller, iritasi adalah kontraksi atau gerakan otot yang terjadi ketika otot menerima rangsangan, contohnya pada saat seseorang merasakan nyeri karena menyentuh benda yang panas sehingga seseorang tersebut secara refleks akan menggerakkan tangan, kaki, atau bagian tubuh lain yang terkena rangsangan tersebut menjauh dari sumber panas. Haller menemukan bahwa iritasi meningkat bila rangsangan diberikan pada syaraf yang berhubungan dengan suatu otot. Karena itu, ia menyimpulkan bahwa rangsangan tersebut disalurkan dari syaraf ke otot.

Dalam penelitiannya tentang perasaan untuk mengetahui jaringan tubuh mana yang bisa 'merasa', Haller menemukan bahwa jaringan biasa tidak bereaksi terhadap rangsangan, tetapi syaraf bereaksi terhadap rangsangan. Dia menunjukkan bahwa rangsangan yang diberikan pada ujung-ujung syaraf mengalir ke tubuh, masuk ke tulang belakang, dan akhirnya ke otak. Dengan membuang bagian-bagian tertentu dari otak, ia bisa menunjukkan bagaimana bagian-bagian tersebut memengaruhi gerakan otot-otot.

Haller melanjutkan penelitiannya di Gottinen sampai tahun 1753, sebelum dia kembali ke bern. Dia menghabiskan sisa usianya dengan terus melakukan penelitian, menulis, dan bekerja untuk pemerintah sampai ajal menjemputnya pada tanggal 17 Desember 1777.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter