-->

Biografi Ambroise Pare Dokter Bedah Terkemuka di Abad ke 16

Ambroise Pare dikenal luas sebagai dokter bedah paling terkemuka di abad keenam belas. Selain terkenal karena keahlian bedahnya, dia juga dihormati sebagai seorang yang sangat peka terhadap penderitaan orang lain. Salah satu mottonya yang termashur tentang merawat pasien adalah "Saya hanya merawatnya, Tuhan yang menyembuhkan".

Pare lahir pada tahun 1510, di zaman ketika para dokter masih menganggap pembedahan sebagai pekerjaan rendah yang tidak layak dilakukan oleh dokter. Tindakan pembedahan dipercayakan oleh dokter masa itu kepada tukang bedah yang derajatnya dibawah dokter. Pada awalnya, Pare bekerja magang pada seorang tukang bedah di sebuah provinsi Perancis. Pada umur 19 tahun, ia pindah ke Paris untuk belajar ilmu bedah di Universitas Hotel Dieu. Setelah berhasil menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1536, Pare masuk Angkatan Daret sebagai seorang dokter bedah resimen.

Selama jangka waktu tiga puluh tahun, Pare bekerja di Angkatan Darat, tetapi tidak terus menerus. Beberapa kali ia keluar dari Angkatan Darat walaupun kemudian masuk kembali. Selain bekerja untuk Angkatan Darat, ia juga membuka praktik dokter bedah sendiri yang ternyata sangat sukses. Ia dikenal sebagai dokter yang baik hati dan perhatian terhadap pasien-pasiennya serta tidak pernah membeda-bedakan apakah pasien berpangkat tinggi ataupun rendah. Pare juga terkenal karena karya-karya tulisnya yang tersebar luas di banyak kalangan. Menjelang akhir masa karirnya, iapun sempat menjadi dokter bedah untuk empat raja Perancis.

Dalam sebuah pertempuran memperebutkan kota Turin (1536) Pare berhasil membuat penemuan besar pertamanya dalam dunia kedokteran. Pada masa itu, luka akibat tembakan dianggap mengandung racun. Karena itu, luka semacam itu biasanya diobati dengan mengolesinya dengan minyak yang mendidih. Dalam pertempuran itu, Pare kehabisan minyak pengoles luka, maka ia mencoba menggunakan cara perawatan yang lebih sederhana dan salep pengurang rasa sakit. Ternyata cara tersebut mampu menyembuhkan luka para pasiennya dengan jauh lebih cepat. Pare pun kemudian mempopulerkan metode perawatan ini dalam bukunya "Cara Merawat Luka" yang terbit pada tahun 1545.

Sumbangan Pare yang lain terhadap kemajuan dunia kedokteran adalah penemuan cara menghindari pendarahan yang berlebihan selama operasi, yakni dengan mengikat pembuluh-pembuluh darah. Teknik-teknik baru yang dikembangkannya tersebut kemudian disebarluaskan melalui buku yang ditulisnya, dimana ia juga memasukkan pemikiran-pemikiran Andreas Vesalius tentang anatomi yang telah diterjemahkan dari bahasa Latin ke dalam bahasa Perancis. Informasi yang disajikannya dalam buku tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan para tukang bedah secara drastis. Hal ini disebabkan mereka sebelumnya tidak pernah memperoleh informasi seperti itu, karena mereka tidak memperoleh pelajaran bahasa Latin dalam pelatihan yang mereka jalani.

Pare adalah seorang inovator (orang yang selalu berusaha menciptakan hal-hal baru). Karena itu, dia tidak pernah bosan mencoba tindakan-tindakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ia menyukai pijat dan telah merancang sejumlah anggota badan buatan, termasuk mata. Pare juga berusaha untuk memajukan pengetahuan tentang pertolongan melahirkan (obstetri) dengan mempopulerkan kembali cara mengubah posisi janin di dalam rahim agar mempermudah persalinan. Ia pun memelopori persalinan prematur (sebelum waktunya) dalam hal terjadi pendarahan  rahim. Seperti biasa, pare selalu menyebarluaskan penemuan-penemuannya.

Di samping menemukan teknik-teknik operasi yang baru, prestasi terbesar Pare adalah keberhasilannya menyebarluaskan informasi baru tentang pembedahan kepada seluruh kalangan tukang bedah. Dengan demikian, ia telah berhasil mengangkat status pembedahan ke tingkat yang setara dengan tindakan-tindakan medis yang lain dan membuat dokter bedah setara dengan dokter-dokter lain. Maka ia pun telah membuka jalan untuk pengembangan dan peningkatan ilmu dan teknik bedah.


Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter