-->

Biografi Antony van Leeuwenhoek Orang Pertama Meneliti Bakteri dan Protozoa

Antony van Leeuwenhoek dikenal sebagai orang yang pertama meneliti bakteri dan binatang-binatang bersel satu yang kita kenal sekarang protozoa. Tidak seperti para peneliti lain pada masa itu, Leeuwenhoek tidak menggunakan mikroskop gabungan yang lebih maju. Sebagai gantinya, ia menciptakan lensa pembesar yang memiliki daya pembesaran yang kuat dan pandangan yang jelas, sehingga memungkinkannya mengamati mikroorganisme dengan jauh lebih rinci daripada para ahli lain di masa itu.

Meskipun Leeuwenhoek berasal dari keluarga yang cukup berada, dia tidak mendapatkan pendidikan formal (di sekolah) yang cukup. Setelah tamat sekolah dasar di Delft, Belanda, ia pindah ke Amsterdam dan magang pada seorang pembuat dan penjual bahan pakaian. Pada tahun 1554, ia kembali ke Delft dan membuka usaha bahan pakaian sendiri dan usaha itu dijalani selama hidupnya. Prestasinya di bidang pembuatan lensa sebenarnya merupakan buah dari hobinya, bukan dari pekerjaan utamanya. Lensa merupakan alat yang penting dalam pekerjaan Leeuwenhoek, karena para pedagang kain pada waktu itu sering menggunakan lensa untuk memeriksa kualitas kain. Akan tetapi, hobi Leeuwenhoek tersebut dengan cepat berubah menjadi obsesi atau keinginan yang sangat kuat. Oleh karena itu, dia terus berusaha mencari lensa yang lebih handal.

Pada tahun 1671, Leeuwenhoek berhasil membuat mikroskop sederhana. Mikroskop tersebut memiliki lensa kecil yang dibuatnya sendiri dengan menggerinda sebuah bola kaca dan kemudian dipasangnya pada sebuah pegangan dari kuningan. Ia juga memasang sejumlah pen pada pegangan tersebut untuk memegang barang yang akan diamati. Itulah lensa pertama dari sekitar enam ratus lensa yang dibuatnya selama hidupnya yang kemampuan pembesarannya berkisar 50 sampai 500 kali.

Dengan mikroskop ciptaannya, Leeuwenhoek mengamati bermacam benda seperti kulit, rambut, bahkan darahnya sendiri. Dia meneliti struktur gading. Dia juga mengamati susunan tubuh kutu dan menemukan bahwa kutu pun memiliki parasit lebih kecil yang menempel di tubuhnya.

Leeuwenhoek mulai menulis surat ke perkumpulan ilmuwan Inggris yang bernama British Society pada tahun 1673 untuk menceritakan penemuan-penemuannya. Pada mulanya, organisasi tersebut tidak memperdulikan surat-suratnya, karena mereka mengira bahwa mikroskop dengan lensa tunggal yang mampu melakukan pembesaran sedemikian hanyalah olok-olok belaka. Mikroskop terbaik pada saat itu memiliki lebih dari satu lensa untuk memperjelas penglihatan. Pada tahun 1676, ketika Leeuwenhoek mengabarkan bahwa ia berhasil menemukan binatang-binatang bersel satu di dalam air hujan, para ilmuwan mulai tertarik terhadap hasil kerjanya. Sesuai dengan petunjuk dari Leeuwenhoek, mereka pun membuat mikroskop sejenis yang memperkuat kebenaran penemuan-penemuan Leeuwenhoek. Karena itu, pada tahun 1680 organisasi tersebut secara aklamasi menerima Leeuwenhoek sebagai anggota.

Sampai saat itu, Leeuwenhoek telah bekerja tanpa mengetahui apa yang dilakukan oleh pengembang mikroskop yang lain. Dia hanya bisa bahasa Belanda, karena itu ia tidak bisa mempelajari tulisan-tulisan karya Hooke dan Malpighi, ahli-ahli mikroskop terkemuka pada masa itu. Namun demikian, sebagai anggota Royal Society, akhirnya ia bisa bersurat-suratan dengan para ilmuwan lain. Sebenarnya berita tentang penemuan-penemuannya telah tersebar ke seluruh dunia, dan ia sering dikunjungi oleh ilmuwan dari berbagai negara seperti Inggris, Prusia, dan Rusia. Banyak sekali orang yang ingin berkunjung ke laboratoriumnya, sehingga ia terpaksa hanya memperbolehkan mereka yang telah mendapatkan izin terlebih dahulu. Menjelang akhir hayatnya, ia telah memperoleh pengakuan atau status yang melegenda, bahkan ia dianggap sebagai seorang tukang sulap oleh masyarakat setempat.

Meskipun banyak perhatian orang tertuju kepadanya, Leeuwenhoek tetap memusatkan usaha dan perhatiannya pada penelitian ilmiah. Ia terutama tertarik untuk membuktikan ketidak benaran teori spontanitas, yakni kepercayaan umum pada saat itu bahwa benda-benda mati tertentu bisa membangkitkan kehidupan. Sebagai contoh, orang percaya pada waktu itu bahwa jamur dan larva tercipta secara spontan dari makanan yang membusuk. Ia berhasil membuktikan ketidak benaran teori tersebut pada tahun 1683, ketika ia menemukan sel-sel bakteri. Makhluk-makhluk hidup yang amat kecil ini hampir-hampir tidak bisa dilihat dengan peralatan Leeuwenhoek yang luar biasa itu, bahkan selama lebih dari seabad setelah zaman Leeuwenhoek, orang tidak berhasil melihatnya.

Selama sisa hidupnya, Leeuwenhoek terus berusaha membuat lensa baru dan meningkatkan kemampuannya. Ia telah menulis lebih dari 200 surat ke Royal Society yang berisi laporan-laporan tentang kemajuan penyelidikannya. Akan tetapi, ia tidak pernah menulis tentang bagaimana cara dia menyinari benda yang diamati, dan sampai sekarang, teknik penyinaran yang digunakannya tersebut masih tetap menjadi misteri. Leeuwenhoek dipanggil oleh Sang Pencipta pada tahun 1723. Menjelang kematiannya, ia mewariskan 26 mikroskop ke British Royal Society dan beberapa di antaranya masih tersimpan di sejumlah museum di Inggris hingga sekarang.

Antony van Leeuwenhoek menganggap bahwa kebenaran filosofi atau pemikiran tentang alam bisa diperiksa dengan melakukan percobaan yang didukung oleh bukti-bukti yang bisa dilihat atau dirasakan. Berkat ketekunan, kerja keras dan rasa ingin tahu yang tak pernah padam, ia menciptakan lensa-lensa yang telah berhasil menguak banyak rahasia alam.



Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter