-->

Persiapan Kemerdekaan dan 7 Tokoh-Tokoh Penting dalam Peristiwa Proklamasi

7 Tokoh-Tokoh Penting dalam Peristiwa Proklamasi

Pada tanggal 16 Agustus 1945, tiga tokoh pemuda, yaitu Sukarni, Yusuf Kunto, dan singgih membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok, Jawa Barat. Tujuannya adalah mengamankan Bung Karno dan Bung Hatta agar terhindar dari gangguan pihak Jepang di Rengasdengklok, para pemuda mendesak Bung Karno dan Bung Hatta agar segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Namun, Bung Karno dan Bung Hatta menolak dengan alasan bahwa proklamasi harus dipersiapkan dengan matang.

Bendera Indonesia

pada sore hari tanggal 16 Agustus 1945, Mr. Ahmad Subarjo datang untuk menengahi pertentangan pendapat antara para pemuda dengan Bung Karno dan Bung Hatta tersebut. Setelah para tokoh itu mencapai kata sepakat dalam musyawarah, mereka memutuskan untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Setibanya di Jakarta, malam itu juga Bung Karno dan Bung Hatta mengajak anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan para tokoh pemuda untuk membicarakan persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pembicaraan itu berlangsung di rumah Laksamana Muda Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1, Jakarta.

Keesokan harinya. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akhirnya dilaksanakan pada tanggal 17 agustus 1945 pada pukul 10.00 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Teks proklamasi dibacakan oleh Ir.  Soekarno dan didampingi oleh Drs. Moh. Hatta. Bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan. Pengibar bendera Merah Putih dilakukan oleh Suhud dan Latif Hendraningrat.

Sehari setelah proklamasi , yaitu tanggal 18 agustus 1945, PPKI bersidang untuk membahas kelengkapan negara. Sidang PPKI yang pertama ini menghasilkan beberapa keputusan, yaitu:
  • Mengesahkan UUD 1945 hasil rancangan BPUPKI
  • Menetapkan Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
  • Untuk melaksanakan tugasnya, sementara presiden dibantu oleh Komite Nasional.
Sejak Tanggal 18 Agustus 1945, lahirlah Negara Kesatuan Republik Indonesia secara sah. Pada tanggal tersebut, Indonesia telah memenuhi syarat berdirinya suatu negara, yaitu mempunyai wilayah, penduduk, dan pemerintah yang berdaulat.

Dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan, banyak tokoh yang berperan penting, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Ir. Soekarno lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya, Jawa Timur. Beliau memperoleh gelar insinyur di bidang teknik sipil dari Technische Hoge School (ITB sekarang. Ir. Soekarno juga dikenal dengan panggilan Bung Karno. Sejak muda, Bung Karno gemar membaca karya-karya biografi pemimpin dunia. Bagi Belanda, Soekarno adalah ancaman. Soekarno ditakuti karena pidato-pidatonya mampu membakar semangat rakyat.

Pada masa pendudukan Jepang, Soekarno ikut aktif berjuang dengan memanfaatkan organisasi bentukan Jepang, seperti PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat), untuk menggalang persatuan rakyat dan mengobarkan semangat nasionalisme. Pada tanggal 17 Agustus 1945, atas nama bangsa Indonesia, Ir. Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh karena itu, beliau dikenal sebagai Bapak Proklamator Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, Ir. Soekarno menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pertama. Ir. Soekarno wafat di Jakarta pada 21 Juni 1970. Beliau dimakamkan di Blitar, Jawa Timur.

2. Drs. Moh. Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatera Barat. Ia adalah pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden republik Indonesia yang pertama. Sejak berusia 15 tahun, Hatta sudah aktif berorganisasi. Ia menjadi bendahara Jong Sumateranen Bond cabang padang. Ketika Hatta tinggal di Belanda untuk melanjutkan studinya, ia bergabung dalam organisasi pergerakan nasional Perhimpunan Hindi (Indische Vereeniging). Organisasi ini adalah organisasi pergerakan nasional Indonesia pertama yang dibentuk di luar negeri. Setelah Belanda menyerah kepada Jepang, Hatta kembali ke Jakarta. Ia ikut aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui organisasi BPUPKI dan PPKI. Hatta juga merupakan tokoh yang terlibat dalam perumusan naskah proklamasi. Hatta dipercaya untuk mendampingi Soekarno menandatangani teks proklamasi dan mendampingi pembacaan teks proklamasi. Keduanya mendapat julukan Bapak Proklamator. Moh. Hatta wafat pada 14 Maret 1980 di Jakarta. Ia dimakamkan di Tanah Kusir.

3. Mr. Ahmad Soebarjo termasuk tokoh penting sejarah perjuangan Indonesia dalam memproklamasikan kemerdekaan. Tokoh yang lahir di Karawang, Jawa Barat pada tanggal 23 Maret 1896 ini terkenal sebagai konseptor pembukaan UUD 1945. Ahmad Soebarjo adalah tokoh yang berhasil menjembatani perbedaan pendapat antara golongan muda dan tua di Rengasdengklok. ahmad Soebarjo juga merupakan konseptor yang ikut menyumbangkan pikirannya dalam penyusunan naskah proklamasi kemerdekaan. Konsep pemikirannya tertuang pada kalimat pertama, yang berbunyi: "Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. " Beliau wafat pada 15 Desember 1978 di Jakarta.

4. Prof. Dr. Soepomo lahir pada tanggal 22 Januari 1930 di Sukoharjo, Surakarta. Ia tamat sekolah hukum dan lulus pada tahun 1923. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Universitas Leiden, Belanda, hingga memperoleh gelar doktor. Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Soepomo mengemukakan gagasan tentang dasar negara Indonesia. Pada masa kemerdekaan, Prof. Dr. Soepomo diangkat sebagai Menteri Kehakiman Republik Indonesia. Prof. Dr. Soepomo wafat pada 12 September 1958 di Jakarta.

5. Muhammad Yamin lahir pada tanggal 24 agustus 1903 di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat. Muhammad Yamin adalah seorang pakar hukum yang cerdas. Hal ini dibuktikan dengan keterlibatannya dalam peristiwa Sumpah Pemuda. Menjelang proklamasi kemerdekaan, beliau menjadi anggota BPUPKI. Dalam sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945, beliau adalah salah satu anggota yang mengusulkan dasar negara Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, Muhammad Yamin diangkat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Muhammad Yamin wafat pada tanggal 17 Oktober 1962 di Jakarta.

6. Fatmawati adalah istri Presiden Soekarno. beliau lahir di Bengkulu pada tanggal 5 Februari 1923. Bendera Merah Putih yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hasil jahitan tangan beliau. Untuk mengenang jasanya, namanya diajadikan sebagai salah satu nama rumah sakit di Jakarta Selatan. Fatmawati wafat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14 Mei 1980.

7. Laksamana Muda Maeda Tadashi adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa perang Pasifik. Ia lahir di Kagoshima, Jepang, pada tanggal 3 Maret 1898. ia berjasa dalam penyelenggaraan kemerdekaan Indonesia. Ia menyediakan rumahnya di Jl. Imam Bonjol No. 1, Jakarta, sebagai tempat persiapan proklamasi kemerdekaan bagi para pemimpin Indonesia. rumahnya menjadi tempat perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia pada malam hari tanggal 16 sampai dini hari tanggal 17 Agustus 1945. Ia wafat di Jepang pada tanggal 13 desember 1977.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter