Biografi Christiaan N. Barnard Perintis Pencangkokan Jantung Pada Manusia

Posting Komentar

Christiaan N. Barnard dikenal sebagai perintis pencangkokan jantung pada manusia. Pada tanggal 3 Desember 1967, dia berhasil melakukan pencangkokan jantung manusia yang pertama di dunia. Hal tersebut dilakukannya di Rumah Sakit Groote Schuur di Cape Town, Afrika Selatan. Keberhasilan ini telah melambungkan nama Christiaan Barnard, sehingga ia dikenal secara internasional.

Orang pertama yang menjadi pasien cangkok jantung tersebut adalah Louis Washkansky, seorang lelaki berusia 55 tahun. Dia mendapatkan donor jantung dari seorang wanita muda yang mengalami kecelakaan mobil, sehingga otaknya dinyatakan 'mati', namun jantungnya masih berdetak. Setelah pencangkokan selesai dilakukan, kesehatan Louis Washkansky tampak pulih, sehingga ia mampu duduk di tempat tidurnya, bahkan dia sudah bisa makan bistik dan telur. Akan tetapi, delapan belas hari kemudian, dia meninggal akibat penyakit radang saluran pernapasan (pneumonia). Ternyata sesuatu terjadi di luar dugaan, sistem kekebalan tubuhnya menurun akibat pemakaian obat-obatan dan radiasi yang dilakukan selama operasi cangkok jantung tersebut. Itulah sebabnya, dia kemudian terserang pneumonia yang mengakibatkan kematian bagi dirinya.

Christiaan Barnard lahir dan dibesarkan di sebuah daerah pedalaman Afrika Selatan. Dokter yang telah berhasil melakukan pencangkokan jantung yang mengagumkan itu terus mengembangkan minatnya dalam perbaikan cara-cara pencangkokan jantung manusia selama karirnya.

Pada tahun 1946, Barnard berhasil menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Cape Town. Selama kuliah, dia dikenal amat cerdas dan memiliki daya ingat yang luar biasa. Sewaktu menjalani masa magang setelah lulus dari Fakultas Kedokteran, dia mempelajari penyakit tubercular meningitis, yakni penyakit radang saluran pernapasan yang diakibatkan oleh infeksi.

Setelah selesai magang, dia ditugaskan di Rumah Sakit Groote Schuur. di sanalah dia mulai tertarik pada bidang ilmu bedah. Bersama dengan saudara laki-lakinya, seorang ahli bedah bernama Marius, dia melakukan sejumlah percobaan transplantasi (pencangkokan) jantung dengan menggunakan anjing sebagai binatang percobaan. Pada akhir tahun 1969, Barnaard merasa cukup siap untuk mempraktikkan hasil-hasil percobaannya pada manusia.

Operasi pencangkokan jantung yang dilakukan Barnard mengundang banyak pertanyaan menyangkut etika yang dibahas secara luas di berbagai forum seperti koran dan majalah. Antusiasme terhadap masyarakat terhadap pencangkokan jantung yang pada awalnya sangat tinggi menurun drastis. Penurunan minat tersebut bukan disebabkan oleh pertimbangan-pertimbangan etika, melainkan karena para pasien cangkok jantung selalu meninggal karena infeksi. Meskipun mendapat banyak kritikan dari berbagai pihak, Barnard tidak berhenti melakukan operasi pencangkokan jantung. Bahkan ia terus melakukan perbaikan prosedur pelaksanaannya. Semakin lama, operasi pencangkokan jantung semakin sering dilakukan, sehingga menjadi hal yang tidak aneh lagi. Sejalan dengan itu, hasilnya pun terus membaik sehingga pasien bisa bertahan hidup lebih lama. sampai tahun 1983, telah lebih dari 63 operasi pencangkokan jantung yang dilakukan di Rumah Sakit Groote schuur di bawah pengawasan Barnard. Barnard juga berhasil melakukan operasi jantung ganda ganda terhadap seorang laki-laki berumur lima puluh tahun. Dia mencangkokkan jantung anak perempuan berusia 10 tahun ke tubuh lelaki tersebut tanpa membuang jantung orang yang mengalami gangguan itu.

Related Posts

Posting Komentar