Biografi Emil Von Behring

Posting Komentar

Emil von Behring dilahirkan di Hansdorf, jerman pada tahun 1854, dalam sebuah keluarga besar yang memiliki 12 orang anak. Dia kuliah di Universitas Berlin dan berhasil meraih gelar dokter pada tahun 1880. Selama beberapa tahun kemudian, dia bekerja sebagai dokter bedah di korps Kesehatan Militer Prusia. Disitulah dia mulai tertarik pada masalah infeksi dan bagaimana cara zar-zat dalam darah melawan penyakit. Di antara sumbangan besarnya kepada dunia kedokteran adalah penemuannya tentang sistem kekebalan tubuh, pengobatan terhadap penyakit tetanus, penyakit infeksi berbahaya yang disebabkan oleh kuman yang masuk ke tubuh melalui luka pada kulit, dan keberhasilannya mengobati difteri, sehingga ia dikenal sebagai "penyelamat anak-anak".

Pada tahun 1889, Behring bekerja di Universitas Berlin, di laboraturium yang dipimpin seorang ahli bakteri Jerman, Heinrich Koch (1843-1910). Selama bekerja bersama dengan seorang ahli ilmu bekteri dari jepang, Shibasaburo Kitasato yang merupakan ketua Perhimpunan Dokter Jepang yang pertama, disana, dia berhasil melakukan sejumlah penemuan penting. Mereka berdua mempelajari bagaimana darah memroduksi zat-zat yang berfungsi menetralkan racun dalam tubuh. Behring menyebut zat-zat tersebut sebagai antitoksin atau antibodi. Zat-zat anti toksin atau anti bodi ini bertindak seperti tentara yang melawan organisme-organisme yang menyebabkan penyakit dalam tubuh manusia.

Biografi Emil Von Behring

Penemuan terbesarnya adalah pengobatan dengan serum darah. Pada akhir tahun 1800-an, Eropa Barat dilanda wabah penyakit difteri, sejenis penyakit radang tenggorokan, yang merupakan salah satu pembunuh utama anak-anak pada waktu itu. penyakit tersebut menyebabkan terbentuknya jaringan di dalam tenggorokan yang menyumbat saluran pernapasan, sehingga penderita sulit bernapas dan meninggal. Jenis wabah penyakit lain yang menonjol pada masa itu adalah tetanus. Penyakit ini menyebabkan terjadinya kekejangan otot yang parah dan dibawa oleh racun yang berasal dari bakteri yang hidup di dalam tanah. Behring dan Kitasato mengemukakan bahwa ketika beberapa binatang disuntik dengan sejumlah kecil racun difteri, darah binatang-binatang tersebut kemudian memroduksi zat antitoksin (anti racun) yang melawan serangan organisme dari luar. Dengan cara itulah binatang-binatang tersebut diimunisasi. Ternyata imunisasi ini membuat binatang-binatang tersebut tahan terhadap penyakit difteri untuk jangka waktu yang lama, dan serum antitoksin yang diambil dari darah binatang-binatang tersebut juga bisa digunakan untuk mengobati binatang yang lain. Behring dan Kitasato menyebut cara tersebut sebagai pengobatan dengan serum darah. Mereka mengumumkan penemuan ini pada tahun 1890. Tak lama kemudian, Behring menerbitkan tulisan lain yang menjelaskan tentang penerapan cara yang sama terhadap penyakit tetanus.

Behring diangkat menjadi guru besar di Universitas Halle pada tahun 1894, dan tak lama sesudah itu, dia pun diangkat menjadi profesor di Universitas Marburg, keduanya di Jerman. Di kota yang terakhir itu, ia mendirikan Institut Behring dan melanjutkan penelitian tentang penyembuhan penyakit tuberculosis (TBC). Meskipun dia tidak mampu menemukan vaksin TBC, dia mengajukan teori yang mengatakan bahwa penyakit tersebut menyebar melalui anak-anak yang meminum susu yang telah tercemar oleh kuman TBC. Karena itu, dia membuat cara-cara untuk memurnikan susu sehingga terbebas dari kuman tersebut. Dia juga terus berusaha meningkatkan pengobatan penyakit difteri. Pada tahun 1913, Behring memperkenalkan zat toksin-antitoksin baru yang memberikan kekebalan yang lebih lama terhadap penyakit TBC.

Vaksin-vaksin yang dikembangkan Behring telah menyelamatkan jutaan nyawa para tentara dalam Perang Dunia I, Juga nyawa orang-orang lain yang tak terhitung jumlahnya, yang terancam oleh penyakit tetanus dan difteri. Behring meninggal di Marburg pada tahun 1917.

Related Posts

Posting Komentar